Menyelamatkan Satwa Liar dari Polusi Cahaya, Begini Caranya!

Klikhijau.com – Karena kebelet kencing, suatu malam saya terbangun. Seperti biasa setiap malam. Lampu di ruang ruang dapur  tidak dipadamkan--tentu itu bisa menyebabkan polusi cahaya. Ketika saya m...

Menyelamatkan Satwa Liar dari Polusi Cahaya, Begini Caranya!
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Sederhananya polusi cahaya membawa dampak besar bagi satwa. Kenyamanannya terganggu. Polusi cahaya saat ini akan sangat sulit dihentikan.

Namun, bukan berarti tidak ada solusi agar satwa liar bisa selamat dari paparannya. Pada bulan  Januari lalu Australia merilis panduan terkait polusi cahaya bagi satwa liar yaitu National Light Pollution Guidelines for Wildlife. Berikut 6 panduan tersebut



  • Membiarkan gelap secara alami



Untuk mendapatkan gelap secara alami, yang perlu dilakukan hanya menyalakan lampu untuk kebutuhan tertentu dan waktu tertentu pula.

Itu artinya lampu hanya boleh dinyalakan saat dibutuhkan, tidak perlu menyalakannya secara terus menerus sepanjang malam.

Pencahayaan dalam ruangan juga bisa berkontribusi terhadap polusi cahaya, sehingga mematikan saat tidak digunakan  atau sebelum tidur sangat penting.



  • Cahaya dekat tanah



Sebenarnya tidak perlu membuat semua sisi diterangi lampu. Apalagi jika cahaya di malam hari pada sisi tertentu tidak diperlukan.

Makanya perlu mengatur cahaya yang digunakan agar lebih terarah. Cahanyanya tidak terhambur ke mana-mana sebab itu bisa menganggu satwa liar.

Cahaya yang digunakan sebaiknya berada di dekat tanah. Selain itu menggunakan  pelindung agar hanya menerangi daerah yang diinginkan.

Cahaya sebaiknya diarahkan ke bawah sehingga tidak menimbulkan kilauan ke langit secara signifikan.



  • Mengurangi filter atau berwarna biru



Kebanyakan hewan atau satwa sensitif terhadap cahaya gelombang pendek, yang menciptakan warna biru dan violet. Gelombang pendek ini dikenal bisa menekan produksi melatonin yang diketahui bisa menganggu tidur dan mengacaukan ritme sirkadian dari banyak hewan, termasuk manusia.

Karenanya mengurangi fitur berwarna  bisa jadi solusi selanjutnya. Memilih pencahayaan dengan sedikit atau bukan gelombang pendek (400-500 nanometer) violet atau biru membantu untuk menghindari dampak berbahaya bagi satwa liar.



  • Pencahayaan dengan intensitas terendah



Intensitas cahaya yang dikeluarkan (lumen) perlu dipertimbangkan. Ini lebih penting dari  berapa energi yang dibutuhkan (watt).

Semisal memilih LED yang karena efisiensi energi. Tapi, karena efisiensi ini, LED menghasilkan cahaya dua dan lima kali lebih terang dari lampu bohlam untuk konsumsi energi yang sama.

Jadi, ketika lampu LED menyimpan energi, intensitas cahaya yang tinggi bisa memberikan dampak besar bagi satwa liar, apabila tidak dikelola dengan baik.



  • Permukaan yang tidak memantulkan cahaya, gelap



Menggunakan permukaan yang tidak memantulkan cahaya bisa pula jadi solusi.  Karenanya, memilih cat atau bahan material yang lebih gelap untuk luar ruangan bisa membantu menurunkan   polusi cahaya.



  •  Pengatur pencahayaan pintar



Saat ini telah banyak berkembang  teknologi kontrol pintar. Hal ini memudahkan kita mengatur berapa banyak cahaya yang digunakan dan pengontrolan yang adaptif

Karenanya, menggunanakan  teknologi pintar dan LED  untuk mengatur pencahayaan berarti kita bisa mengelola cahaya dari jarak jauh.

Melalui pencahayaan pintar ini kita bisa menentukan pengatur waktu atau peredupan lampu, mengaktifkan pencahayaan berdasarkan sensor gerakan, dan bahkan mengatur cahaya lampu yang dikeluarkan.

Nah, meskipun polusi cahaya  sulit dihindari, kita masih bisa memegang peran untuk mengurangi dampak terhadap satwa liar. Caranya bisa dengan menerapkan 6 hal di  atas.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2