Populasi Meningkat, Konservasi Satwa Liar Prioritas di Indonesia Libatkan Masyarakat

Klikhijau.com - Menurut data Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, jumlah populasi satwa liar prioritas di Indonesia mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Meski mas...

Populasi Meningkat, Konservasi Satwa Liar Prioritas di Indonesia Libatkan Masyarakat
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Menurut data Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, jumlah populasi satwa liar prioritas di Indonesia mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Meski masih banyak tantangan, peningkatan jumlah populasi satwa liar yang dilindungi ini menunjukkan bahwa kerja konservasi pada pemerintahan ini menunjukkan hasil yang positif.

Populasi satwa liar prioritas ini tersebar di berbagai kawasan konservasi dan juga kawasan hutan serta di luarnya.

Pada beberapa site monitoring, terlihat ada peningkatan seperti jalak bali Diantaranya Jalak Bali di TN Bali Barat, dari 31 ekor di 2015 menjadi 191 ekor di 2019. Dalam kurun waktu yang sama, Badak Jawa di TN Ujung Kulon, naik dari 63 ekor menjadi 68 ekor.

Owa Jawa dari 546 ekor menjadi 1.107 ekor. Gajah Sumatera dari 611 ekor menjadi 693 ekor. Harimau Sumatera dari 180 ekor menjadi 220 ekor, dan Elang Jawa dari 91 ekor ke 113 ekor.

Dalam diskusi, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno mengatakan peningkatan jumlah populasi satwa liar prioritas ini tak terlepas dari peran media serta masyarakat yang ikut terlibat aktif dalam semangat konservasi.

Karena itu pihaknya selalu membuka diri pada pihak-pihak yang ingin memberi informasi terkait konservasi.

"Saya gak akan basa basi kalau ada laporan dari bawah. Seluruh Balai Besar/Balai Taman Nasional dan Balai Besar/Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) juga sudah punya call center. Kalau ada laporan harus respon. Kalau tidak direspon, silahkan langsung lapor ke nomor WA pribadi saya, pasti saya akan respon," kata Wiratno di hadapan lebih dari 150 wartawan yang hadir.

Wiratno menambahkan bahwa sudah banyak langkah koreksi (corrective action) dilakukan di bawah kepemimpinan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. Salah satunya adalah dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

Banyak temuan-temuan dan upaya di lapangan, justru berasal dari laporan masyarakat, dan diselesaikan bersama-sama dengan melibatkan masyarakat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2