Populasi Meningkat, Konservasi Satwa Liar Prioritas di Indonesia Libatkan Masyarakat

Klikhijau.com - Menurut data Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, jumlah populasi satwa liar prioritas di Indonesia mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Meski mas...

Populasi Meningkat, Konservasi Satwa Liar Prioritas di Indonesia Libatkan Masyarakat
Bacakan Artikel

"Pelibatan publik baik melalui grup WA maupun media sosial menjadi salah satu kunci menjaga kelestarian ekosistem kita. Bersama publik kita harus melindungi kawasan yang masih utuh, merestorasi yang rusak, bangun koridor, dan upaya-upaya konservasi lainnya," jelas Wiratno.

Kawasan konservasi di Indonesia saat ini mencapai 27,14 juta ha. Ada sekitar 6.000 desa mengelilingi kawasan. Wiratno mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan mengelola alam dengan benar, agar mendatangkan keberkahan dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan.

Ia mencontohkan perubahan perilaku masyarakat di kawasan ekowisata Tangkahan, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat Sumatera Utara.

"Dulu di sini banyak aktivitas penebangan hutan. Namun sekarang masyarakat di sana tidak lagi beraktivitas mengganggu hutan. Mereka jaga kelestarian kawasan sehingga wisatawan banyak datang. Ada miliaran uang yang dihasilkan untuk menghidupi masyarakat sekitar kawasan itu," katanya.

Sementara itu Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Penegakan Hukum KLHK, Sustyo Iriyono mengatakan pihaknya konsisten melakukan berbagai upaya baik pencegahan maupun penindakan hukum terhadap kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan.

"Meski baru berusia 4 tahun, tapi Gakkum KLHK sangat tegas. Kami perkuat bukan hanya jumlah personil, tapi juga kemampuan. Kami menjalin kerjasama dengan berbagai instansi, sehingga informasi yang kita butuhkan terhadap pencegahan dan penegakan hukum mudah dilakukan," ujarnya.

Sebagai pembicara, Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Riau, Dr. Elviriadi memberikan apresiasi kepada KLHK yang menggelar acara bersama media di daerah.

"Ini langkah yang luar biasa untuk membangun komunikasi yang soft tentang isu-isu lingkungan," katanya.

Dikatakan Elviriadi, masyarakat melayu Riau sendiri sudah sejak dulu mempunyai kearifan lokal dalam menjaga hutan. “Kami punya rimbo larangan, yang dijaga masyarakat sama seperti kawasan konservasi”, kata Elviriadi.

Acara NgoPi menjadi agenda rutin yang digelar PWI Riau bekerjasama dengan KLHK. Ketua PWI Riau, Zulmansyah Sekedang mengatakan acara ini menjadi wadah komunikasi sekaligus edukasi bagi wartawan tentang kerja-kerja nyata KLHK selama ini.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2