Menilik Sejarah Es Pisang Ijo, Takjil Andalan yang Ramah Kantong

Klikhijau.com - Sahabat hijau senang berburu takjil? Jika sedang berpuasa, rasa-rasanya tidak akan komplit jika melewatkan buka tanpa kehadiran kudapan es pisang ijo ini. Pisang ijo telah jadi sala...

Menilik Sejarah Es Pisang Ijo, Takjil Andalan yang Ramah Kantong
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Sahabat hijau senang berburu takjil? Jika sedang berpuasa, rasa-rasanya tidak akan komplit jika melewatkan buka tanpa kehadiran kudapan es pisang ijo ini.

Pisang ijo telah jadi salah satu andalan takjil di bulan Ramadan. Khusus  di bulan Ramadan tiba, kuliner ini sangat mudah ditemukan, penjual biasanya berjejer di pinggir jalan.

Namun saat gawai menjamur, kuliner ini mulai pula merambah penjualan ke media sosial, dan bisa diantar langsung penjualnya hingga ke depan rumah.

Es pisang ijo sendiri merupakan kuliner asli khas Sulawesi Selatan, diolah dari pisang raja atau pisang ambon yang sudah matang.

Tidak sulit menemukan kuliner ini, yang sulit adalah melacak jejak sejarah dan nilai filosofis makanan ini.

Sayangnya tidak ada fragmen maupun catatan utuh tentangnya di naskah  lontara kuno Sulawesi Selatan.

Hanya beberapa nama pisang yang sering muncul dalam sumber sejarah tradisional itu. Meski begitu, dapat dikatakan bahwa orang Bugis-Makassar telah berkarib dengannya. Ini dibuktikan dengan banyaknya penuturan dan penyebutan pisang dalam cerita tuturan lisan turun temurun.

Meskipun sulit memastikan bagaimana dan kapan pisang ijo dibuat  untuk pertama kalinya sehingga dapat dinikmati semua kalangan, jika ditelisik dari cara dan bahan pembuatannya terdapat kisah yang jalin menjalin.

Menurut Suryanti dan Ahmad Supriyadi dalam bukunya; Pisang: Budi Daya, Pengolahan, dan Prospek Pasar, tanaman pisang telah ada sejak manusia ada. Namun, belum dibudidayakan dan dibiarkan tumbuh liar begitu saja. Pembudidayaan mulai dilakukan saat masyarakat mengenal sistem pertanian menetap.

Cara pembuatannya

Cara pembuatan pisang ijo tidak terlalu sulit. Bahan-bahannya mudah diperoleh di warung-warung sekitar rumah. Cukup membalut pisang dengan adonan tepung beras bercampur santan dan air daun pandan. Lalu dikukus hingga matang.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2