Menilik Kisah Pilu Masyarakat Terdampak Semburan Lumpur Lapindo dalam Film Grit

Klikhijau.com - Hari ini, 29 Mei 2020 tepat 14 tahun peringatan bencana ekologis semburan lumpur yang disebabkan oleh perusahaan Lapindo Brantas terjadi di Sidoarjo. Melalui film Grit, kita bisa melih...

Menilik Kisah Pilu Masyarakat Terdampak Semburan Lumpur Lapindo dalam Film Grit
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Hari ini, 29 Mei 2020 tepat 14 tahun peringatan bencana ekologis semburan lumpur yang disebabkan oleh perusahaan Lapindo Brantas terjadi di Sidoarjo. Melalui film Grit, kita bisa melihat dengan seksama bagaimana impact yang ditimbulkan akibat kejadian itu.

Film yang sangat kuat ini menjadi saksi tragedi dalam skala epik ketika tsunami lumpur beracun menggusur lebih dari 60.000 orang di Indonesia dan hanya menyisakan geiser mengalir dari pasir kasar yang merusak ekosistem.

Dikemas dengan gejolak politik, Grit mengundang penonton untuk melihat tragedi melalui para penyintas yang suaranya diabaikan oleh pemerintah. Melihat mereka yang terdampar dan diasingkan, ketika mereka menyaksikan lumpur naik ke tanah air mereka dan menelan tanah dan segala kepunyaan masyarakat.

Film besutan Sasha Friedlander dan Cynthia Wade (pemenang Oscar untuk Freeheld, yang dibuat ulang sebagai drama yang dibintangi Ellen Page dan Julianne Moore) dapat mengklaim mereka sebagai duo yang layak dibandingkan dengan Jennifer Baichwal dan Edward Burtynsky dengan film yang dibuat dengan indah ini.

Tragedi Lapindo yang memilukan

[irp]

Mereka memanfaatkan kekuatan yang menggugah dengan lanskap menarik untuk menciptakan kisah menakutkan tentang apa yang dipertaruhkan untuk planet kita saat ini.

Grit menemukan subjek yang lebih besar dan lebih buruk daripada Bendungan Tiga Ngarai, ladang baja Cina, atau sungai merah darah di Sudbury, Ontario, yang semuanya dilihat di Bentang Alam yang Diproduksi.

Friedlander dan Wade memusatkan pandangan mereka pada masyarakat Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, di mana sebuah sumur gas yang dibangun oleh perusahaan minyak Lapindo menghantam gunung lumpur bawah tanah sembari menjarah sumber daya dari tanah pada tahun 2006.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: