Mengulik Fakta Air Kelapa sebagai Penangkal Vaksin dan Manfaatnya

Klikhijau.com – Nasir datang ke rumah. Dengan enteng dan penuh antusias ia mengisahkan pengalaman dirinya divaksin. Tak ada kekhawatiran di wajahnya saat menceritakannya. Padahal ketika awal-awal v...

Mengulik Fakta Air Kelapa sebagai Penangkal Vaksin dan Manfaatnya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Nasir datang ke rumah. Dengan enteng dan penuh antusias ia mengisahkan pengalaman dirinya divaksin.

Tak ada kekhawatiran di wajahnya saat menceritakannya. Padahal ketika awal-awal vaksin Covid-19, banyak masyarakat yang gentar—termasuk dirinya.

Namun, berbagai kebijakan pemerintah, membuat masyarakat menekan rasa takutnya. Mereka rela antri berdesakan—mengabaikan protokol kesehatan demi bisa dapat suntikan vaksin.

Bukan hanya kebijakan (kamu bisa pula membacanya pemaksaan) pemerintah yang membuat warga menepuk dada—berani menghadapi jarum suntik dan dirasukkan cairan vaksin ke dalam tubuhnya. Bukan.

Namun, ada satu penangkal yang diyakini ampuh menangkal vaksin, sehingga tak berfungsi. Bagaimanapun, masih banyak yang berpandangan jika vaksin akan membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Maka dicarilah cara agar efek vaksin “lari kosong” atau tak ampuh.  Dan entah bagaimana, pilihan yang dianggap ampuh merampas keampuhan vaksin itu adalah air kelapa, khususnya air kelapa muda.

Padahal menurut  ahli gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Saptawati Bardosono bahwa air kelapa tak bisa menghilangkan efek vaksin. Itu hanyalah mitos belaka.

Tapi apa daya, mitos itu telah beradar kuat di masyarakat. Mitos yang membuat mereka jadi berani divaksin—mitos yang membawa kebaikan.

Apalagi mengonsumsi air kelapa juga sangat baik bagi tubuh. Karena banyak mengandung elektrolit. Dan itu mendukung  keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Sementara vaksin mengandung senyawa yang dapat memicu terbentuknya antibodi demi meningkatkan kekebalan tubuh

Kedua cairan itu, menurut Saptawati, tak saling menghilangkan efek, keduanya justru saling mendukung kesehatan tubuh.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2