Mengenal Bioremediasi, Cara Memulihkan Lingkungan dari Zat Berbahaya

Klikhijau.com – Bioremediasi masih terdengar asing. Padahal ia memiliki tujuan  yang berpihak pada lingkungan. Karena bioremediasi hadir untuk memulihkan kesehatan lingkungan dari zat-zat pencemar yan...

Mengenal Bioremediasi, Cara Memulihkan Lingkungan dari Zat Berbahaya
Bacakan Artikel

Banyak hal yang mesti diperhatikan dalam penggunaan teknik bioreaktor, di antaranya suhu, kelembaban, aerasi, hingga nutrisi dikontrol secara berkala.

Tujuannya adalah agar mikroba dapat tetap hidup dengan baik, hal itu akan membuat biodegradasi berjalan lancar dan cepat.



  • Windrow



Tumpukan tanah yang tercemar akan dibalikkan. Pembalikannya pun harus sistematis, tidak bisa sekaligus. Pembalikannya dilakukan secara  berkala.

Pembalikan tanah yang tercemar itu pun harus   dibarengi dengan peningkatan aerasi. Agar laju biodegradasi bisa cepat, maka perlu pula penambahan nutrisi beberapa kali sebagai bahan baku energi bagi mikroba.

[irp]

Tentang  bioremediasi in-situ

Bioremediasi in-situ merupakan  usaha pemulihan lingkungan. cara kedua ini langsung bersentuhan dengan lokasi pencemaran. Setidaknya ada  tiga tekni dalam bioremediasi ini, yakni:


  • Titoremediasi



Tanaman dalam teknik ini memiliki peran yang penting. karena memang  teknik titoremediasi menggunakan  menggunakan tanaman sebagai media pemulih lingkungan dari polutan.

Bagian tanaman, yakni akar  dimanfaatkan untuk menyerap polutan. Tidak hanya menyerap, tapi jugadan mengeluarkannya dari lingkungan.

Untuk jenis tanaman yang  dapat digunakan dalam fitoremediasi ini. harus disesuaikan dengan zat pencemar yang akan dibersihkan.  Eceng gondok merupakan salah satu jenis tanaman yang  kerap dipakai dalam fitoremediasi.

[irp]



  • Biostimulasi



Teknik bioremediasi yakni dengan merangsang aktivitas mikroba asli. Teknik biostimulasi ini dilakukan dengan cara penambahan nutrisi dan peningkatan kelembapan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: