Mencicipi Eksotisme Puisi-Puisi Pablo Neruda yang Bernuansa Alam

Klikhijau.com – Tak hanya makanan yang bisa dicicipi, tapi juga puisi. Kekuatan puisi terletak pada pilihan katanya. Pemilihan kata (diksi) yang tepat pada puisi akan memberi sensasi tersendiri. Ta...

Mencicipi Eksotisme Puisi-Puisi Pablo Neruda yang Bernuansa Alam
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Tak hanya makanan yang bisa dicicipi, tapi juga puisi. Kekuatan puisi terletak pada pilihan katanya. Pemilihan kata (diksi) yang tepat pada puisi akan memberi sensasi tersendiri.

Tak ada puisi tanpa kata, dan kata-kata bernuansa  alam banyak digunakan penyair dalam puisinya. Misalnya kata pohon, daun, ombak, angin dan lain sebagainya.

Penggunaan kata bernuansa alam juga bisa ditemukan pada puisi-puisi Pablo Neruda. Pada beberapa puisinya, lelaki bernama asli Ricardo Eliecer Neftalí Reyes Basoalto itu, banyak menyisipkan diksi-diksi tentang alam yang membuat puisinya terasa lebih menyentuh.

Neruda yang meninggal pada usia 69 tahun. Ia lahir  pada 12 Juli 1904  dan  meninggal dunia 23 September 1973 lahir  di Parral, kota yang  berjarak sekitar 300 km di selatan Santiago, Chili.

Namun, meski lahir di Chili, Neruda lebih dikenal sebagai salah satu penyair berbahasa Spanyol terbesar pada abad ke-20.

Namun, hal berbeda diungkapkan oleh Gabriel García Márquez seorang novelis asal Kolombia, ia menyebut  Neruda sebagai penyair terbesar apa abad ke-20 dalam bahasa apapun.

Puisi-puisi Neruda hingga kini masih terus diapresiasi dan menginspirasi, tak lekang oleh waktu. Neruda banyak menulis puisi-puisi erotik, romantis, surealis, epos sejarah, dan puisi-puisi tentang politik, dan juga tentang alam dan laut.

Di antara banyak puisi yang ditulisnya, hampir semuanya akan ada sisipan diksi-diksi alam di dalamnya, di antaranya:

 

Tersesat di Hutan

Tersesat du hutan, kupatahkan reranting gelap dahan
yang meruapkan bisikan-bisikan di bibirku yang dahaga
mungkin itu suara tangisan hujan
pecah genta atau hati yang terajam kelam

Sesuatu yang terindera berasal dari langkah yang jauh
dalam dan rahasia, tersembunyi di dalam bumi
seperti teriakan yang teredam oleh gunungan musim gugur
oleh lembab dan kibas setengah terbuka kegelapan dedaun
terbangun dari mimpi hutan disana, kabut
bernyanyi di bawah lidahku, menghanyut wewangian
meruyap naik di alam bawah sadarku

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2