Mencermati Problematika Tambang Terhadap Lingkungan dan Kemanusiaan

Lubang-lubang itu dibiarkan menganga menunggu korban Klikhijau.com - Sepanjang periode tahun 2014-2018, letusan konflik agrarian makin meningkat. Menimbulkan banyak korban, di antaranya adalah 41 o...

Mencermati Problematika Tambang Terhadap Lingkungan dan Kemanusiaan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Lubang-lubang itu dibiarkan menganga menunggu korban

Klikhijau.com - Sepanjang periode tahun 2014-2018, letusan konflik agrarian makin meningkat. Menimbulkan banyak korban, di antaranya adalah 41 orang diduga tewas, 546 dianiaya hingga 51 orang tertembak.

Hal itu dipaparkan dalam Catatan Akhir Tahun 2018 yang diterbitkan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) (CNN, 04 Januari 2019).

Persoalan-persoalan agrarian ini menunjukan grafik peningkatan, permasalan agraria mencapai 807.177 hektar. Didominasi sektor perkebunan sawit seluas 591.640 hektar, kehutanan 65 ribu hektar, pesisir 54 ribu hektar dan pertambangan 49 ribu hektar.

Belajar dari tragedi tambang di Kaltim

Faktanya, persoalan tambang kembali mencuat akhir-akhir ini. Sebagaimana digambarkan dalam sebuah film dokumenter berjudul Sexy Killers yang diluncurkan menjelang pemilu serentak, 17 April 2019 silam.

Film dokumenter tersebut menggambarkan bahwa tidak adanya tanggung jawab dan kepedulian pihak-pihak perusahaan terhadap lingkungan dan juga kemanusiaan.

Terbukti dari hasil bekas galian yang dilakukan pihak perusahaan tidak ditutup kembali. Sehingga meninggalkan lubang-lubang dan kubangan air yang besar yang terdapat di sekitar area pertambangan.

Hal ini menyebabkan rusaknya lingkungan di area-area pertambangan karena berkurangnya kawasan hijau.

Tidak hanya itu, kasus ini makin meluas dan membuat ketegangan warga dan pihak perusahan. Pasalnya banyak korban yang telah kehilangan nyawa yang akibat lubang galian tambang batubara yang tak mereka timbun kembali.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim merilis bahwa terdapat 1.735 lubang tambang di Kaltim. Lubang itu  tersebar di tiga wilayah, Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan penyumbang lubang tambang terbanyak sebesar 842 lubang. Disusul Samarinda 233 Lubang dan Kutai Timur sebesar 233 lubang, (Jatam, Jawa Pos, 05 Juli 2019).

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2