Hujan Es, Peristiwa yang Lazim di Musim Pancaroba?

Air hujan yang awalnya cair itu tetiba saja jadi es Klikhijau.com – Hujan yang turun di Aceh Tengah selama 10 menit itu sungguh tak biasa. Jika selama ini hujan hanyalah butiran air, maka Ahad lalu...

Hujan Es, Peristiwa yang Lazim di Musim Pancaroba?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Air hujan yang awalnya cair itu tetiba saja jadi es

Klikhijau.com – Hujan yang turun di Aceh Tengah selama 10 menit itu sungguh tak biasa. Jika selama ini hujan hanyalah butiran air, maka Ahad lalu, 7 Juli 2019 air hujan berubah es.

Perubahan air hujan dari cair menjadi beku kemudian lebih dikenal dengan nama hujan es. Peristiwa itu bukan pertama kalinya terjadi di Negeri Serambi Mekah.

Sebelumnya   hujan es disertai angin kencang puting beliung pernah mampir di Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Selasa, 5 Maret 2019 lalu. Peristiwa serupa terjadi, Selasa, 27 Maret 2019 hujan es kembali terjadi di dua desa yakni Ujung Gele dan Pepalang di Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah.

[irp posts="5572" name="Cerita Sebatang Pohon Kelor di Muna yang Berdaun Putih Susu"]

Lalu bagaimana hujan es bisa tiba di Indonesia yang beriklim tropis. Menurut tulisan Fadrik Aziz Firdausi 24 November 2018 lalu di tirto.id. Secara ilmiah, hujan es adalah peristiwa lazim di musim pancaroba.

Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bahwa hujan es adalah fenomena alam biasa yang jamak terjadi pada masa pancaroba. Dalam meteorologi fenomena hujan es ini disebut "hail".

"Kondisi aman dan ini peristiwa alamiah saja. Bukan ada yang menjatuhkan es dari angkasa. Hanya saat kondensasi di atmosfer melewati batas level super beku," kata Sutopo.

Karena awan hujan

Menurut tulisan Azis, kondensasi uap air proses terjadinya hujan es dimulai dari kondensasi uap air yang membentuk awan Cumulonimbus (Cb) alias awan hujan. Ini adalah jenis awan yang terbentuk nisbi dekat permukaan tanah, rata-rata sejarak 2 kilometer.

[irp posts="5125" name="Melihat Dunia yang Lebih “Modern”di Masa Lalu Melalui Jamur Berusia 1 Miliar Tahun"]

Peristiwa ini dijelaskan Encyclopedia Britannica bahwa awan ini terbentuk dari massa udara panas dan uap air yang terangkat ke atmosfer. Massa udara panas dan uap air ini bercampur dengan udara yang lebih dingin dan lebih kering sehingga terus membesar membentuk menara awan yang sangat tinggi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2