Mencegah Bulukumba Bernasib Sama dengan Jawa, Founder ECOTON Ajak Pelajar SMPN 10 Belajar Membaca Kesehatan Sungai

Mencegah Bulukumba Bernasib Sama dengan Jawa,  Founder ECOTON Ajak Pelajar SMPN 10 Belajar Membaca Kesehatan Sungai
Mencegah Bulukumba Bernasib Sama dengan Jawa: Saat Pelajar SMP Belajar Membaca Kesehatan Sungai
Bacakan Artikel

Melalui pendekatan ilmiah yang membumi ini, data yang dikumpulkan oleh pelajar sekolah dapat dimanfaatkan sebagai basis argumentasi yang kuat. Ketika masyarakat memiliki catatan berkala mengenai kondisi airnya, upaya advokasi kepada pembuat kebijakan maupun aksi korektif di tingkat komunitas menjadi berbasis bukti empiris, bukan sebatas asumsi.

โ€œAnak-anak muda harus kenal karakteristik sungainya sendiri. Mulai dari hal mendasar: kejernihannya, jenis ikan yang berenang, tanaman di sempadan, sampai uji keberadaan mikroplastik. Saat kita memegang data, kita punya kekuatan untuk menjaga sungai tetap bersih,โ€ lanjut penerima penghargaan Goldman Environmental Prize tersebut.

Pendekatan berbasis pengalaman langsung ini menyengat kesadaran para peserta. Andi, salah satu siswa kelas 9 yang mengikuti jalannya diskusi, mengaku mendapatkan cara pandang baru terhadap lingkungan di sekitar rumahnya. Pengenalan pada fungsi rinci ekosistem sungai mengubah persepsinya yang selama ini menganggap air mengalir sekadar bentang alam biasa.

โ€œSaya baru mengerti kalau keberadaan serangga kecil di air itu tanda sungai kita masih bagus. Penjelasan ini membuat saya ingin mengajak teman-teman di rumah untuk berhenti buang sampah ke aliran air dan membiarkan pohon-pohon di pinggir sungai tetap tumbuh,โ€ ungkap Andi.

Inisiatif edukasi di SMPN 10 Bulukumba ini menjadi cetak biru kecil bagi pembentukan gerakan pengawas lingkungan berbasis sekolah. Menggeser peran generasi muda dari sekadar pendengar menjadi pengamat aktif yang berdaya di lapangan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: