Mencegah Bulukumba Bernasib Sama dengan Jawa, Founder ECOTON Ajak Pelajar SMPN 10 Belajar Membaca Kesehatan Sungai

Mencegah Bulukumba Bernasib Sama dengan Jawa,  Founder ECOTON Ajak Pelajar SMPN 10 Belajar Membaca Kesehatan Sungai
Mencegah Bulukumba Bernasib Sama dengan Jawa: Saat Pelajar SMP Belajar Membaca Kesehatan Sungai
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Aliran sungai di kawasan industri dan perkotaan Pulau Jawa telah lama menanggung beban berat pencemaran limbah domestik serta timbulan mikroplastik. Sebelum ancaman krisis ekologis serupa merayap luas ke kawasan selatan Sulawesi Selatan, sekitar 40 siswa kelas 9 SMP Negeri 10 Bulukumba berkumpul di ruang kelas mereka pada Kamis (13/8/2026) untuk mengambil langkah pencegahan. Digerakkan oleh Prigi Arisandi, Pendiri ECOTON sekaligus Ketua Telapak, para pelajar ini dilatih membaca indikator kesehatan sungai setempat agar benteng ekologis perairan Bulukumba tidak melandai.

Edukasi yang berlangsung hangat tersebut menggarisbawahi posisi strategis perairan darat Bulukumba yang relatif masih menyimpan kekayaan biologis. Dalam rentang perjalanan riset lingkungan di Indonesia,Prigi menyaksikan puluhan sungai besar kehilangan kemampuan pemulihan mandirinya (self-purification) akibat tekanan berlebih dari sampah plastik dan buangan cair. Ikan mati massal hingga hilangnya serangga air menjadi pemandangan kaprah di pulau berpopulasi padat.

Kondisi kontras justru terlihat di Bulukumba. Sungai-sungai di daerah ini masih menjadi benteng pertahanan flora dan fauna air. Berbagai organisme, mulai dari larva capung, serangga air, hingga keanekaragaman jenis ikan lokal, masih beraktivitas membentuk jaring-jaring makanan yang stabil.

โ€œSungai itu hidup. Di dalamnya ada ikatan yang saling menopang antara tanaman, ikan, dan mikroorganisme. Mengamati mereka adalah cara paling jujur untuk tahu apakah air yang mengalir di sekitar tempat tinggal kita masih sehat atau sudah teracuni,โ€ papar Prigi di hadapan para siswa dan guru.

Namun, perlindungan lingkungan tidak cukup bersandar pada asumsi kasat mata. Prigi mendorong anak-anak muda di Bulukumba untuk mengadopsi pendekatan citizen science atau sains warga. Dalam sesi pelatihan ini, para siswa diperkenalkan pada metodologi pemantauan sungai sederhana yang terukur. Mereka diajarkan cara mengidentifikasi bioindikator, seperti keberadaan serangga makroinvertebrata yang sensitif terhadap polusiโ€”melakukan uji parameter fisik air, hingga mendeteksi keberadaan serpihan mikroplastik.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: