Memahami Ecohydrologi: Solusi Integratif Berbasis Alam di Perkotaan dan Pedesaan

Klikhijau.com - Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan permasalahan sumber daya air, ecohydrologi muncul sebagai pendekatan ilmiah yang menawarkan solusi berbasis al...

Memahami Ecohydrologi: Solusi Integratif Berbasis Alam di Perkotaan dan Pedesaan
Bacakan Artikel

Di wilayah pedesaan, tantangan yang dihadapi lebih berkaitan dengan kekeringan, degradasi lahan, dan penurunan kualitas air akibat praktik pertanian yang tidak berkelanjutan.

Ecohydrologi pedesaan menekankan pada pengelolaan air dan tanah untuk mendukung ketahanan pangan, menjaga keanekaragaman hayati, dan melindungi sumber daya air.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penerapan sistem agroforestri, di mana tanaman pangan dipadukan dengan penanaman pohon. Agroforestri membantu meningkatkan infiltrasi air dan menjaga kesuburan tanah, yang pada gilirannya mengurangi risiko kekeringan dan erosi tanah (Sinaga et al., 2021).

Selain itu, pohon-pohon yang ditanam dalam sistem ini dapat menyerap air hujan dan melepaskannya kembali secara perlahan, membantu menjaga cadangan air di musim kemarau.

Pendekatan lain yang penting adalah pembangunan embung dan sumur resapan. Embung adalah waduk kecil yang berfungsi untuk menampung air hujan, yang dapat dimanfaatkan selama musim kemarau untuk irigasi.

Sementara itu, sumur resapan digunakan untuk mengisi ulang air tanah dan mencegah penurunan permukaan air tanah (Ismail et al., 2019). Keduanya adalah contoh solusi ecohydrologi yang sederhana tetapi efektif untuk mengatasi masalah air di pedesaan.

[irp]

Di Indonesia, ada beberapa contoh penerapan ecohydrologi yang berhasil, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Kota Bandung, misalnya, telah menerapkan prinsip-prinsip ecohydrologi melalui program Urban Green Space, di mana lahan-lahan kosong diubah menjadi taman kota yang dilengkapi dengan sistem pengelolaan air ramah lingkungan. Taman ini tidak hanya menjadi area resapan air, tetapi juga menyediakan tempat rekreasi bagi warga (Susilo et al., 2022).

Di sisi lain, Desa Kalibiru di Yogyakarta menjadi contoh penerapan ecohydrologi di pedesaan. Masyarakat desa membangun embung kecil untuk menampung air hujan, yang digunakan untuk irigasi selama musim kemarau.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: