Melihat Sisi Positif Undangan Pernikahan Online terhadap Lingkungan

Klikhijau.com – Kabar pernikahan Arief dengan kekasihnya, jadi kabar membahagiakan. Sebagai sahabat dekat, saya menanti undangan pernikahannya datang. Pengantar undangan dalam budaya Bugis-Makassar...

Melihat Sisi Positif Undangan Pernikahan Online terhadap Lingkungan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Kabar pernikahan Arief dengan kekasihnya, jadi kabar membahagiakan. Sebagai sahabat dekat, saya menanti undangan pernikahannya datang.

Pengantar undangan dalam budaya Bugis-Makassar selalu memesona untuk diamati. Karena biasanya datang berpasangan, laki-laki dan perempuan, meski ada juga yang datang sendiri saja.

Berpasangan atau tidak, selalu ada pemandangan menarik yang ditampilkan si pangantar undangan. Karena mereka akan memakai pakaian adat Bugis Makassar. Masuk ke rumah dengan sopan menyapa si empunya rumah yang dibawakan undangan.

Oya, apa yang saya tunggu dari Arief tidak kunjung juga datang. Padahal pesta pernikahannya tidak lama lagi. Namun, tidak ada orang berpakaian adat yang datang ke rumah mengantar undangannya—tidak ada.

Lalu beberapa malam yang lalu, si calon pengantin itu mengirimi saya chat via WhatsApp. Saya membukanya, ketika chatnya terbuka. Ada petunjuk agar saya membuka link yang disertakan. Saya membukanya lalu terpampanglah undangan yang saya nantikan itu.

Undangan, secara sederhana adalah ajakan untuk datang menghadiri sesuatu, baik hajatan maupun rapat. Dan undangan yang dikirimkan Arief adalah undangan pernikahannya yang disesain menarik layaknya undangan pernikahan pada umumnya yang tergambar pada kertas.

Tapi, yang tiba pada saya bukanlah undangan dalam bentuk kertas, tapi undangan via online. Dan itu tidak mengurangi nilainya sama sekali bagi saya.

“Sudah modern,” kata saya dalam hati ketika melihat undangan itu. Saya mengambil sisi positif  undangan konvensional (kertas) yang bermigrasi ke undangan daring, khususnya dalam hal lingkungan.



  • Menghemat biaya



Cara online akan lebih menghemat biaya bagi calon pengantin. Telah jdi pengetahuan umum, menikah, khususnya di Sulawesi Selatan tidak murah. Apalagi bagi calon pengantin laki-laki. Mereka harus mengeluarkan sejumlah uang untuk meminang si perempuan. Sejumlah uang tersebut dikenal dengan uang panai’.

Selain harus menyiapkan uang panai, pihak laki-laki juga harus menyiapkan biaya untuk pestanya sendiri di rumahnya dan hal lain yang akan menguras isi dompet, termasuk mencetak undangan dan mengantarnya kepada kerabat dan sahabat si calon pengantin.

Dengan beralihnya pengiriman undangan ke via daring, tentu akan menghemat biaya calon si pengantin. Karena tidak harus mengeluarkan biaya cetak undangan dan  biaya transportasi untuk “berkeliling” membawa undangan—yang diundang belum tentu juga datang.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2