Lopisi', Kue Legenda, Kudapan Legit Manis yang Menggoda Selera

Klikhijau.com – Kue lopisi’, satu jenis kue khas tradisional di Sulawesi Selatan yang senantiasa dirindukan. Panganan khas berbahan dasar  beras dan gula merah ini sangat layak jadi menu buka puasa....

Lopisi', Kue Legenda, Kudapan Legit Manis yang Menggoda Selera
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kue lopisi’, satu jenis kue khas tradisional di Sulawesi Selatan yang senantiasa dirindukan. Panganan khas berbahan dasar  beras dan gula merah ini sangat layak jadi menu buka puasa.

Di Bulukumba kue satu ini termasuk punya legenda dan masih eksis hingga saat ini. Lopisi’ bekennya. Rasanya yang gurih dan nikmat membuat kue ini bisa dinikmati semua kalangan. Dan dalam segala suasana.

Siang itu, saat matahari sedang naik-naiknya, diiringi hawa panas yang lumayan menyengat. Saya berjalan memasuki lorong sempit, menuju sebuah rumah mungil. Niatnya satu, hendak berjumpa kue andalan ini.

Aroma manis gula merah sudah tercium saat saya masih berada sekira 5 meter dari tembok rumah ber-cat orange pucat itu. Harum pemanis alami kue lopisi sudah sangat menggoda selera.

Itu di rumah nenek Hamsinah (70). Saat saya tiba, ia baru saja selesai mengolah seluruh bahan dasar kue lopisi, di dapur seluas 4x6 meter.

Kisah nenek Hamsinah dan Lopisi

Suasana yang berantakan memberi bukti, bagaimana repotnya nenek Hamsinah berjibaku seorang diri. Terasa hawa panas kompor gas dan suasana rumah yang lumayan membuat keringat bercucuran.

Sepeninggal suaminya tahun 1988 silam, Hamsinah kini tinggal hanya dengan seorang anak lelakinya di rumah. Menghidupi keluarga kecilnya dengan jiwa militansi yang sudah terbentuk sedari kecil.

Dulu, di tahun 1960-an, Hamsinah yang masih sangat belia sudah menjajakan kue lopisi buatan orang tuanya di pasar. Berkeliling dari lorong ke lorong. Berteriak "ee lopisi" sambil membawa keranjang kecil berisi kue khasnya.

Anak keempat dari sembilan bersaudara ini telah berjualan lopisi sejak kanak-kanak. Resep masakan yang ia ketahui merupakan pengetahuan turun-temurun dari orang tuanya. Itulah yang membuatnya begitu cekatan meracik bahan kue meski tangannya mulai menua.

Hamsinah bahagia, jajanan kuenya menjadi salah satu kudapan yang paling banyak diminati. Biasanya nenek Hamsinah berjualan mulai subuh hingga pukul 10.00 pagi. Di bulan ramadan, kue lopisi ia jajakan lebih lambat yakni mulai pukul 13:00 hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2