Lopisi', Kue Legenda, Kudapan Legit Manis yang Menggoda Selera

Klikhijau.com – Kue lopisi’, satu jenis kue khas tradisional di Sulawesi Selatan yang senantiasa dirindukan. Panganan khas berbahan dasar  beras dan gula merah ini sangat layak jadi menu buka puasa....

Lopisi', Kue Legenda, Kudapan Legit Manis yang Menggoda Selera
Bacakan Artikel

[caption id="attachment_20428" align="alignnone" width="588"]kue lopisi Nenek Hamsinah, penjual kue lopisi di Bulukumba - Foto/Ist[/caption]

Lokasinya berada di pasar tua, bekas pasar sentral yang berada di kelurahan Loka Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba. Tempat berjualan nenek Hmsinah selalu ramai pembeli. Terkadang mereka berkerumun dipinggir jalan dan menghadirkan kemacetan di tempatnya berjualan.

Bahan-bahan membuat kue lopisi

Sejatinya, kue lopisi hanya memiliki dua bahan utama, yakni beras dan gula merah. Komposisi rasa manis dan legit ini menghadirkan efek yang menyenangkan dan mengenyangkan. Apalagi dengan tambahan parutan kelapa yang membuatnya semakin menggoda selera.

Beras yang telah dicuci dituang ke dalam wadah terbuat dari daun pisang yang sudah dibentuk sedemikian rupa. Dengan panjang 24 cm. Bentuknya menyerupai legese', makanan wajib saat perayaan lebaran, yang khas dari Sulawesi Selatan.

Proses pembuatan lopisi, memiliki waktu khusus. Beras yang menjadi komponen utama lopisi, harus dimasak selama 4 jam. Itu waktu yang pas untuk menghasilkan teksture lopisi yang padat namun tetap terasa lembut dilidah saat di kunyah.

Saos khususnya terbuat dari gula merah dengan kualitas pilihan. Takaran air dan gula merah yang padat harus seimbang. Agar konsentrasi rasa manisnya tetap terjaga.

Nyala kompor saat mencairkan gula merah harus dengan api sedang. Agar gula tidak hangus dan menghasilkan rasa pahit.

Sifat gula merah mengandung sedikit fosfor, yang bisa menggumpal saat hawanya terlalu panas. Sehingga selama proses masak, panci yang menjadi wadah memasak gula tak boleh ditinggalkan.

"Kalau memasak gula merah., harus peuh kesabaran. Harus dijaga dengan baik jangan sampai menggumpal dan meluap, hingga merembes ke lantai." jelas nenek Hamsinah sambil menunjuk kompor yang nampak kotor karena luapan gula.

Saat penyajian, terlebih dahulu lopisi harus dipotong-potong berbentuk pipih. Biasanya nenek Hamsinah menggunakan line atau tali pancing untuk mempermudah pemotongan.

Kemudian, membaluri saos gula merah disekujur lopisi. Setelah itu ditaburi parutan kelapa diatasnya. Perpaduannya yang khas akan menghadirkan rasa lezat.

Pelanggan spesial nenek Hamsinah tergolong ideologis dan ramai hingga kini. Ia sukses menjaga daya tarik kue tradisional ini untuk senantiasa hadir menemani, dari masa ke masa.

Penasaran mencobanya? Resepnya sederhana dan dapat kamu buat sendiri. Namun, bila penasaran sila mampir di Bulukumba menjumlai nenek Hamsinah!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2