Limbah Kaktus Pir Berduri Berpotensi Menjadi Bahan Bangunan Ekonomis dan Eco Friendly

Klikhijau.com โ€“ Limbah kaktus pir berduri biasanya terbuang begitu saja. Tak ada yang meliriknya. Namun, pandangan pada limbah tanaman bernama ilmiah Opuntia ficus-indica itu bisa saja berubah. Saa...

Limbah Kaktus Pir Berduri Berpotensi Menjadi Bahan Bangunan Ekonomis dan Eco Friendly
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Limbah kaktus pir berduri biasanya terbuang begitu saja. Tak ada yang meliriknya. Namun, pandangan pada limbah tanaman bernama ilmiah Opuntia ficus-indica itu bisa saja berubah.

Saat ini para peneliti mencari pilihan berbasis tumbuhan, terutama di bidang konstruksi yangย  tidak menimbulkan banyak polusi.

Salah satu tanaman yang dilirik adalah limbah kaktur pir berduri. Dilansir dari Earth, para insinyur berpendapat bahwa sisa material dari budidaya tanaman ini dapat menawarkan cara yang lebih bersih dan hemat biaya untuk membuat bahan bangunan.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Natural Fibers mengungkapkan bahwa di dalam bantalan kaktus terdapat jalinan serat alami. Serat tersebut sudah menjalankan peran penting di alam. Tanaman ini bergantung pada serat-serat tersebut untuk tetap tegak dan bertahan dari angin kencang di iklim kering.

[irp]

Karenanya, para peneliti percaya bahwa struktur yang sama dapat memperkuat produk konstruksi di masa depan .

Menurut penulis utama studi ini, Matt Hutchins yang merupakan seorang ahli dari Departemen Teknik Mesin di Universitas Bath bahwa di dalam bantalan kaktus yang pipih terdapat jaringan serat alami. Serat-serat ini membentuk struktur seperti sarang lebah yang membantu tanaman menopang beratnya sendiri dan menahan tekukan saat angin kencang.

โ€œKami sedang menjajaki cara mengekstrak struktur ini dan menjaganya tetap utuh, memanfaatkan sifat alaminya untuk memperkuat komposit berbasis bio,โ€ katanya.

Dalam bidang teknik, serat alami bukanlah hal baru. Para ilmuwan telah bereksperimen dengan rami, kenaf , dan tanaman lain sebagai alternatif pengganti bahan sintetis. Hanya saja tanaman tersebut memiliki pertumbuhan yang lambat

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: