Lebih Humanis, Makassar Bersalin Wajah Jadi Wisata Covid-19

Klikhijau.com โ€“ Tentu saja kamu jenuh dengan berita seputar Covid-19. Suguhannya datang setiap detik. Dan kini datang lagi berita Makassar dijadikan Wisata Covid-19. Jujur saya pun mengalami hal ya...

Lebih Humanis, Makassar Bersalin Wajah Jadi Wisata Covid-19
Bacakan Artikel

Nurdin Abdulllah tidak sesumbar bahwa penanganan covid-19 mudah sehingga ingin menuntaskannya bulan ini, tidak demikian adanya. Mantan Bupati Bantaeng itu mengakui penanganan Covid-19 butuh kerja keras dan sinergi dari berbagai pihak.

Apalagi saat ini, disebutnya belum ada vaksin dan belum ada obat Covid-19. Sehingga salah satu cara penanganan dengan meningkatkan imunitas.

"Virus corona ini bisa dilawan dengan imunitas tubuh yang kuat, imunitas yang kuat bisa diperoleh dari istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, minum vitamin, jangan cemas, jangan stres," tuturnya, 10Mei 2020.

Karena itu, Pemprov Sulsel membuat program Wisata Covid-19. Kamu pasti bertanya apa sih wisata Covid-19 itu, kenapa penyakit dijadikan sebagai wisata? Jujur, saya juga bertanya demikian.

Program wisata ini, sederhananya adalah membuat pasien merasa nyaman, tidak stres dan lain sebagainya. Pokoknya pasien harus merasa nyaman sehingga imunitas tubuhnya tidak jatuh ke titik nol yang bisa berakibat lebih fatal.

Perlakuan lebih humanis

Jadi, melalui program wisata ini, pasien diperlakukan lebih humanis, lebih manusiawi. Sehingga stigma negatif tentang pasien corona bisa berubah. Terpapar corona bukan aib, bukan. Maka penanganannya harus mansiawi, termasuk yang dirawat di rumah sakit.

โ€œMenu di rumah sakit kita intervensi. Makanan mesti bergizi. Makanya kita pakai pola makanan katering,โ€ beber Nurdin.

Namun, program Wisata Covid-19 sebenarnya tidak terlalu menyentuh rumah sakit, tapi pasien yang dikarantina di hotel. Karenanya program ini berfokus pada orang tanpa gejala (OTG) positif dan orang dalam pemantauan (ODP) yang pernah kontak dengan pasien positif. Mereka akan diinapkan di hotel dengan program khusus.

โ€œMereka dibuatkan kegiatan seperti berjemur, berolahraga. Kemudian ada ceramah agama. Alhamdulillah, ada yang hari keempat hasil (uji) swab-nya sudah negatif,โ€ sebut Nurdin.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: