Lagi, KLHK Re-ekspor 883 Kontainer Sampah Plastik Impor

Klikhijau.com โ€“ Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus melakukan langkah tegas terkait sampah plastik impor yang masuk melalui celah impor bahan baku kertas dan scrap plastik. Peny...

Lagi, KLHK Re-ekspor 883 Kontainer Sampah Plastik Impor
Bacakan Artikel

Pemanfaatan sampah plastik impor oleh UMKM ini menjadi perhatian serius pemerintah.

Atas perintah Menteri LHK Siti Nurbaya, akhir pekan lalu, tim khusus merespons dugaan kontaminasi dioksin. Ini sebagai dampak penggunaan sampah plastik impor untuk bahan bakar pembuatan tahu dan telor.

Ikut dalam tim ini para peneliti dari BPPT, Fakultas Teknis Kimia ITS, Universitas Airlangga dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidoarjo.

Mereka mengunjungi Desa Tropodo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dari tinjauan lapangan, unit usaha masyarakat memang masih menggunakan bahan bakar dari sampah plastik.

Namun, jumlah tumpukan sampah plastik untuk bahan bakar sudah berkurang dibandingkan dengan kondisi pada bulan Juli 2019 lalu. Ditengarai pasokan sampah ini berkurang berkat langkah re-ekspor, perubahan regulasi, serta pengawasan yang semakin ketat oleh Pemerintah.

Pelaku usaha siap beralih ke bahan bakar alternatif

KLHK akan segera melakukan riset dengan melibatkan para ahli guna menjawab keresahan masyarakat. Khususnya terkait isu dioxin pada telur dan tahu yang diproduksi menggunakan bahan bakar sampah plastik.

Tim juga berdialog dengan sekitar 20 pengusaha tahu dari 36 pengusaha yang ada. Diwakili kepala desa, para pengusaha UMKM ini menyadari bahwa bahan bakar dari sampah plastik tersebut berdampak pada lingkungan dan masyarakat.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: