Kursi Lalu Tanah

Kursi Lalu Tanah   pagi ketuki mata yang mengantuk gerah rampas lelap semalam bersama dengung nyamuk di telinga subuh tiba, lelap pun baru hinggap paginya, tergesalah aku bangun gerah...

Kursi Lalu Tanah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Kursi Lalu Tanah


 

pagi ketuki mata yang mengantuk
gerah rampas lelap semalam
bersama dengung nyamuk di telinga
subuh tiba, lelap pun baru hinggap
paginya, tergesalah aku bangun

gerah kembali tiba di kamar
menggeledah tiap incinya
keluarkan semua keringat di pori
padahal pagi masih belia

gerah mulai temukan kampung kecil kita
di malam hari, di semua waktu
saat matahari bahkan sedang lelap

kita mencurigai satu sebab; pohon
belakangan mulai rajin ditebangi
kini pohon bisa dihitung tanpa kalkulator
dan hujan mulai malas bertamu

siang akan lebih terik
malam gerah dan pagi, sinar matahari lebih cepat sampai ke kamar
mencuri lelap yang didapat jelang subuh

ibu mulai melipat selimut
tak pernah lagi dikeluarkan dari lemari
“selimut tak lagi dibutuhkan,” katanya
dan ayah, tak pernah lagi memakai sarung ketika tidur
hanya memakai celana bola berlogo barcelona saja

pohon-pohon telah berubah lemari, kursi, meja
lalu berubah abu
lalu kembali tanah

tandabaca, 2021

Penanda Musim


 

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2