Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Kuingat Penuh Mahar Janda Bolong Itu

Kuingat Penuh Mahar Janda Bolong Itu   masih kuingat penuh halaman rumahmu ditumbuhi bunga-bunga dan sebatang pohon mangga harum manis ada balai-balai bambu di bawahnya kau pernah menja...

Oleh Irhyl R Makkatutu 24 May 2020 08:10 2 menit baca

Kuingat Penuh Mahar Janda Bolong Itu

  masih kuingat penuh halaman rumahmu ditumbuhi bunga-bunga dan sebatang pohon mangga harum manis ada balai-balai bambu di bawahnya kau pernah menjamuku dengan ciuman di sana .....kita bertukar napas.... daun-daun kau biarkan mengering "aku suka daun kering," jelasmu "aku suka melihatmu merawat bunga," kataku dengan riang, bibirmu yang tipis menjelaskan bunga-bunga di halaman rumahmu "ini lidah mertua, bisa menangkal polusi udara," terangmu "dan ini janda bolong, harganya selangit," lanjutmu aku oh saja. "aku ingin kau menjadikannya mahar," tembakmu aku melongo.... kau belai janda bolong itu aku bayangkan kau belai sekujur tubuhku kuingat sepenuh-penuhnya halaman rumahmu tempat kau menanti bunga janda bolong dariku Kindang, 17 Mei 2020 [irp]
*****

Donggia dan Janji Kita dalam Angin

  akukah yang tiba dini di donggia atau bosan datang lebih awal? di kaki donggia sungai alirkan airnya ke mata menuju muara. kabut mengabut di pucuk Bawakaraeng. jagung petani siapa panen. rumput hijau pelukan. donggia gigil, segelas kopi lesap berkumpul dalam darah adakah rindu yang lebih peluh dari inginkan sua aku telah pulang dalam pelukan malam menuju pagi di detak berjalan ke arahmu dengan seduh yang perlahan hujan donggia adalah bukit dalam napas jalan belum sepenuhnya hitam masih tanah basah aroma kopi dan tembakau memabukkan hidung dan mata kenyang hijau aku telah sampai di donggia lebih dini dari janji di ujung pagi itu “aku akan di sana,” yakinmu sambil membisikkan hari dan jam berapa gegas aku. licin jalan kuabai saja. aku yang lebih cepat sampai, atau bosan yang datang padamu lebih awal pertemuan itu—lesap dalam angin Kindang, 2020
I.R Makkatutu lahir di Bulukumba sekian tahun lalu. Saat ini 'mengisolasi diri di kampungnya yang bernama Desa Kindang
[irp]
Topik terkait
#puisi lingkungan #janda bolong #donggia desa kahayya #diksi lingkungan