Kisah Seekor Monyet yang Membuang Uang ke Lautan

Klikhijau.com - Syahdan, ada seorang penjual minuman keras yang berjualan di atas kapal. Bersama dia ada seekor monyet. Ketika berjualan, si penjual itu sering banget curang: dia campur air ke dalam m...

Kisah Seekor Monyet yang Membuang Uang ke Lautan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Syahdan, ada seorang penjual minuman keras yang berjualan di atas kapal. Bersama dia ada seekor monyet. Ketika berjualan, si penjual itu sering banget curang: dia campur air ke dalam mirasnya.

Masa itu, miras belum diharamkan--dalam Islam. Di awal periode Madinah, miras bahkan masih halal, akan tetapi sifatnya tercela. Belum haram. Selanjutnya mulai dilarang: "jangan salat jika sedang mabuk." Akhirnya, miras memang diharamkan.

Suatu ketika, di kapal itu sang monyet mengambil kantong uang boss-nya. Dia bawa kantong itu ke atas kapal. Dia buka.

Dari atas kapal, seekor monyet itu mulai ambil satu dinar dan melemparnya ke laut. Setelah itu dia ambil satu lagi dan dia lempar ke kapal. Seterusnya kayak begitu.

Akhirnya, uang si boss terbagi dua. Sebagian hilang ditelan laut, sebagian lagi terlihat di atas kapal.

[irp]

***

Cerita ini menjelaskan bahwa orang yang curang itu kekayaannya kelak tidak akan berguna. Tadi, si boss yang jualan "miras oplosan" itu menjual barang yang sudah dicampur. Tidak lagi asli. Padahal, orang percaya, itu asli.

Orang yang beli mungkin percaya. Itu barang bagus. Untuk menghangatkan tubuh. Si boss hanya mengiayakan. Lumayan, untung gede. Demi untung besar, semua cara jadi halal. Tak terkecuali dengan berlaku curang.

Orang yang berlaku curang bisa jadi dapat banyak keuntungan. Tapi dalam hatinya kosong. Bahagia dia punya tapi kebahagiaannya itu ada di harta. Hilang dia punya harta, hilang punya kebahagiaannya.

Orang yang kayak begini banyak dalam kehidupan manusia. Dulu ada cerita tentang Qarun. Dia hidup di masa Nabi Musa. Aslinya dia itu miskin, tapi kemudian dia berharap jadi kaya. Setelah kaya, dia lupa asalnya. Lupa kacang akan kulitnya.

Ketika hartanya mulai banyak, dia mulai lupa. Orang-orang bilang, "Janganlah kamu terlalu bangga. Allah tidak suka dengan orang-orang yang membanggakan diri." Dia menjawab, "aku dapat harta ini karena ilmu yang ada padaku."

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2