Kenali Badai Tropis Seroja, Penyebab Banjir Bandang di NTT

Klikhijau.com - Bencana Banjir Bandang menimpa sebagian besar wilayah di NTT pada Minggu (4/4) dini hari. Bencana ekologis ini memakan korban puluhan jiwa dengan kerugian material yang cukup besar. Se...

Kenali Badai Tropis Seroja, Penyebab Banjir Bandang di NTT
Bacakan Artikel

Pertumbuhan bibit badai siklon tropis seroja mulanya terbentuk di sekitar Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur. Namun, sejak beberapa hari lalu terjadi pergerakan bibit tropis seroja menuju daratan NTT yang juga menghantam pulau-pulau di sekitar laut NTT.

[irp]

Mengenal Siklon Tropis Seroja

Badai siklon tropis seroja merupakan jenis badai baru yang baru ditemukan beberapa hari lalu. BMKG memberi nama โ€˜tropis serojaโ€™ pada badai ini yang diambil dari nama salah satu tumbuhan yang berada di sekitar wilayah terjadinya bencana.

Sejak beberapa tahun lalu, BMKG kerap menamai temuan badai dengan adaptasi dari nama-nama tetumbuhan bunga dan buahan. Sebelumnya dikenal badai Bakung (2014), Cempaka (2014), Dahlia (2017), dan Flamboyan (2018), Kenanga (2018), Lili (2019), dan Mangga (2020).

BMKG menjelaskan, โ€œMengingat bahwa sistem sikon tropis tersebut masih berada di wilayah tanggungjawab Jakarta TCWC, maka nama siklon tropis yang akan diberikan adalah "SEROJA" sesuai dengan urutan nama siklon tropis dari BMKG secara internasional,โ€ jelasnya.

Selain itu, dikutip dari nationalgeographic, Siklon tropis memiliki beberapa nama berbeda, tergantung lokasi tumbuhnya. Jika tumbuh di wilayah Samudra Pasifik Barat, siklon tropis itu akan disebut badai tropis atau topan. Adapun jika tumbuh di daerah sekitaran Samudra Hindia, ia akan disebut sebagai siklon atau cyclone. Sementara jika tumbuh di daerah Samudra Atlantik, ia akan disebut hurikan atau hurricane.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: