Keindahan Warna Burung adalah Berkah sekaligus Petaka

Kikhijau.com – Keindahan seekor burung tak bisa lerai dari warnanya. Setelah itu kemudian suaranya. Karena keindahan warnanya itulah, nasib beburung jadi simalakam karena dianggap menarik  dan bernila...

Keindahan Warna Burung adalah Berkah sekaligus Petaka
Bacakan Artikel

Kikhijau.com – Keindahan seekor burung tak bisa lerai dari warnanya. Setelah itu kemudian suaranya. Karena keindahan warnanya itulah, nasib beburung jadi simalakam karena dianggap menarik  dan bernilai estetika bagi banyak orang.

Warna yang menarik dan indah itu, tak sebatas dikagumi saja oleh manusia, tetapi ingin dimiliki. Jadinya, beburung berwarna cerah dan unik banyak diburu, dijual atau disangkarkan untuk jadi peliharaan. Mencabut haknya hidup bebas di alam liar.

Beburung dengan warna yang indah itu, acap dijadikan ikon kegiatan atau bahkan logo. Sayangnya, banyak di antara mereka (beburung berwarna indah), tak hanya menarik dipandang, tetapi juga menjadi daya tarik perdagangan satwa liar.

Banyak yang ingin memeliharanya, maka tidak mengherankan jika mereka  menjadi target perdagangan hewan peliharaan secara global.

[irp]

Semakin massif orang ingin memeliharanya, maka ancaman kepunahan juga semakin mendekati beburung berwarna cerah “indah” dan bersuara merdu.

Menurut studi baru

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology. Para peneliti telah menggunakan data perdagangan internasional burung penyanyi untuk mengeksplorasi hubungan antara burung yang diinginkan secara komersial dan warnanya.

Para peneliti ini menggunakan metrik warna baru untuk mengevaluasi estetika kelompok taksonomi burung di seluruh dunia.

Hasinya mereka menemukan bahwa eksploitasi burung penyanyi untuk perdagangan sangat erat kaitannya dengan warna beburung tersebut.

Dengan menggunakan Songbirds in Trade Database yang baru-baru ini diterbitkan, Rebecca Senior dari Durham University dan rekan menemukan bahwa total perdagangan hewan peliharaan berdampak pada 1.408 spesies burung pengicau yang berjumlah sekitar 30 persen di antaranya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: