Katilaopro, Pakan Andalan Anoa yang Meresahkan Petani

Klikhijau.com - Saat kami sedang beristirahat dari aktivitas membangun rumah kebun di Dusun Gamaccayya, salah satu dusun di Desa Kahayya, Bulukumba. Juni tiba-tiba berujar, “Manna katilaporo mateji na...

Katilaopro, Pakan Andalan Anoa yang Meresahkan Petani
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Saat kami sedang beristirahat dari aktivitas membangun rumah kebun di Dusun Gamaccayya, salah satu dusun di Desa Kahayya, Bulukumba. Juni tiba-tiba berujar, “Manna katilaporo mateji napakua timuro (Biar katilaporo mati juga terkena kemarau)”.

Sontak saja saya menoleh kiri kanan. Mencari rumput yang dimaksud oleh Juni itu, “Yang mana katilaporo?” tanya saya.

“Itu, banyak sekali tumbuh,” jawab Ayah yang berada didekat saya.

Saya memegang rumput liar yang tumbuh di dekat saya itu sambil bertanya, “Yang ini?”. Apa yang saya tunjukkan benar memang katilaporo.

[irp]

Beberapa hari terakhir, nama katilaopo memang sangat akrab di pendengaran saya. Namanya juga basah di ingatan. Tepatnya ketika saya mencari tahu tentang anoa.

Hubungan anoa dengan katilaporo memang erat. Sebab menjadi makanan andalan satwa endemik Sulawesi itu.

“Katilaporo adalah makanan utama soko,” ungkap Puang Appi, Oktober lalu. Soko adalah nama lokal anoa di Bulukumba.

Warga Desa Kahayya itu mengetahui jika pakan anoa adalah katilaporo dari perut anoa yang ditangkapnya. Pada bulan September 2023 lalu. Ia bersama empat warga Desa Kahayya menangkap tiga ekor anoa.

Namun, sebenarnya itu bukanlah tangkapan pertama Puang Appi, ia sering menangkap anoa—saat kemarau tiba.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: