Kabar Buruk Tentang Tempat Sampah “Jadi-Jadian” di Makassar

Klikhijau.com - Suatu sore Hamid berdiskusi dengan tetangganya perihal banyaknya sampah yang menumpuk di samping rumahnya. Di sebelah rumahnya, ada tanah kosong seluas 6 x 20 meter. Karena jarang d...

Kabar Buruk Tentang Tempat Sampah  “Jadi-Jadian” di Makassar
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Suatu sore Hamid berdiskusi dengan tetangganya perihal banyaknya sampah yang menumpuk di samping rumahnya. Di sebelah rumahnya, ada tanah kosong seluas 6 x 20 meter.

Karena jarang dikunjungi pemiliknya, tanah kosong itu dijadikan tempat sampah “jadi-jadian” oleh warga sekitar.

“Setiap saat ada-ada saja orang yang sengaja melemparkan kantong plastik berisi sampah ke situ,” kata Hamid.

Hamid pun merasakan dampaknya. Selain, bau menyengat dari tumpukan sampah tersebut, tidak jarang ada beberapa onggokan sampah yang berkubang persis di ujung tembok rumahnya.

“Ini sudah berlangsung selama puluhan tahun. Selain jorok dan berbahaya bagi kesehatan, ini sangat merusak pemandangan,” katanya.

Demi mengurangi dampak dari tumpukan sampah sekaligus mencegah orang-orang membuang sampah di samping rumahnya, setiap sore Hamid sengaja berdiri di tanah kosong tersebut sembari membersihkan.

Ia rutin mengumpulkan dan membakar sampah agar tidak menggunung. “Di bakar sedikit-sedikit. Tapi, yang susah itu kalau sampah pecahan kaca. Tidak tahu mau diapakan,” keluh Hamid.

Masalahnya, pembuang sampah sembarangan selalu datang di saat Hamid tidak ada. Padahal, ia tentu tidak punya waktu cukup untuk menjaga selama 24 jam.

Sementara, sampah yang menumpuk di tanah kosong itu tidak akan diambil oleh petugas sampah.

“Petugas hanya akan mengambil sampah warga yang rutin membayar iuran 25 ribu setiap bulan.  Sementara, warga yang tidak membayar akan membuang sampahnya sembarangan,” lanjut Hamid.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2