Islam dan Solidaritas Alam Bagi Kaum Beragama

Klikhijau.com - Hasrat dan ambisi manusia baik yang beragama maupun yang tidak, yang islam maupun lainnya untuk serakah terhadap sumber daya alam/material nyaris tanpa batas. Segala sesuatu dirampas d...

Islam dan Solidaritas Alam Bagi Kaum Beragama
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Hasrat dan ambisi manusia baik yang beragama maupun yang tidak, yang islam maupun lainnya untuk serakah terhadap sumber daya alam/material nyaris tanpa batas. Segala sesuatu dirampas dari bumi, bukan hanya sekadar mengambil tetapi menjual agar mendapatkan keuntungan berlipat-lipat tanpa memikirkan akibat.

Konsumsiย ย berlebihan pun merusak keseimbangan alam: tanah kehilangan nutrisi, cadangan air menyusut dan tercemari, hingga lapisan atmosfer menipis dan berlubang di sana-sini. Bukankah manusia dipandu ajaran agama untuk tidak berlebihan menuhankan nafsu serakah?

Bukankan manusia beriman terbangun kesadaran akan hakikat hidupnya bahwa apa yang dirusak dan dihancurkan akan diminta pertanggungjawaban, dan juga dalam waktu dekat yang dibinasakan itu akan menuntut resiko?

Orang-orang pasti akan merasakan dampak buruk kerusakan lingkungan. Kaum beragama yang tidak memiliki solidaritas alam inilah yang membenarkan dakwaan Lynn White (1967) bahwa agama langit menjadi pangkal kerusakan lingkungan hidup. Sebuah tesis yang provokatif tetapi sangat penting untuk direnungkan dan disangkal secara langkah aktif-emansipatif.

Islam menganjurkan penganutnya untuk tidak menaklukkan alam, dalam arti mengeksplorasi sumber daya alam secara brutal. Manusia dapat memanfaatkan sumber daya alam sesuai dengan perintah Allah (Syed Hossein Nasr, 2001).

[irp]

Selain itu, ada banyak sekali ayat-ayat dan hadis ekologisโ€”dimana kaum beragama harus punya keberpihakan kepada keseimbangan ekosistem hidup yang menaungi bersama. Bahkan, dalam Islam ada perintah menanam benih di bumi walau besok akan terjadi kiamat (kehancuran semesta).

Hal ini menunjukkan ada kekuatan teologi lingkungan yang sangat kuat dalam agama islam, walau memang kenyataanya kurang diindahkan akibat arus modernisasi, teknokrasi, dan teknologisasi yang secara pelan dan cepat mengubah relasi manusia dengan alam semesta.

Dalam banyak praktik yang kita amati sehari-hari seringkali kaum beragama menjadi sangat dominan dan superior di hadapan alam. Menurut de Groot & den Born (2007)ada empat jenis relasi manusia dengan alam.

Pertama adalah sebagai Master yang memperlihatkan posisi kuasa absolut manusia kepada alamโ€”alam adalah obyek yang bisa dimanfaatkan sebesar-besar untuk manusia.

Kedua, relasi berupa Stewardship dimana relasi dibangun lebih adil karena alam sebagai anugerah yang harus dipastikan kelestariannya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: