Islam dan Solidaritas Alam Bagi Kaum Beragama

Klikhijau.com - Hasrat dan ambisi manusia baik yang beragama maupun yang tidak, yang islam maupun lainnya untuk serakah terhadap sumber daya alam/material nyaris tanpa batas. Segala sesuatu dirampas d...

Islam dan Solidaritas Alam Bagi Kaum Beragama
Bacakan Artikel

Ketiga, partisipan yaitu manusia hanya menjadi peserta dari eksosistem hidup, dan terakhir adalah Partnership dimana manusia dan alam memiliki derajat yang setara atau apa yang disebut sebagai deep ecology.

[irp]

Relasi di atas akan sangat mempengaruhi respon manusia kepada kondisi-kondisi alam yang ada. Menurut hemat penulis ada minimal tiga respon yang biasa kita jumpai ketika ada persoalan menyangkut keselamatan lingkungan hidup.

Pertama, respon Mendaruratkan. ย Pembakaran hutan adalah teroris lingkungan hidup. Kedua, respon menormalisasi: sikap toleran terhadap keadaan yang hancur lebur; dan ketiga adalah respon mengadvokasi atau membela. Respon ini menujukkan upaya pembelaaan sekuatnya dengan segala sumber daya terbaik yang dimilikinya demi menjaga alam.

Masih sangat relevan memaknai apa yang pernah disampaikan oleh Buya Syafiโ€™i Maarif (2006) bahwa Islam yang tidak memberikan solusi bagi persoalan bangsa, bukanlah Islam yang sebenar-benarnya. Mempertanyakan kontribusi umat islam selama lebih dari satu abad terakhir pasti akan mendapatkan jawaban yang beragam. Mulai dari jawaban yang โ€˜biasaโ€™ sampai dengan jawaban yang ditopang dengan beragam data penelitian dan analisa.

Persoalan โ€˜memuaskanโ€™ atau tidak tentu bukan kapasitas penulis untuk menjelaskan. Secara faktual, ada persoalan-persoalan kekinian misalnya: kemiskinan, pelanggaran HAM, kekerasan, bencana ekologis, dan keserakahan kapitalisme. Maka, kelompok gerakan sosial berbasis agama sebagai organisasi besar harus terus menerus menemukan jawabannya. Tentu tidak bisa dengan berpangku tangan.

[irp]

Reformis-ekologis

Minimal ada dua hal yang perlu didorong dalam gerakan ekologi berbasis keagamaan. Pertama, ada kesadaran yang aktual dan progresif untuk mengidentifikasi akibat tindakan manusia dengan modernitas dan rasionalitasnya di dalam galaksiย  perubahan ekologi. Yaitu bagaimana membangun konsepsi baru tentang berbagai konsekuensi dari perilaku manusia terhadap alam dalam sistem lingkungan yang semakin kompleks. Kedua, tentang hubungan antara alam, kerja produktif dan alienasi manusia. Dilema abad pencerahan dan rasionaltas haruslah dikritisi secara radikal.

Upaya manusia melawan ketidakpastian dengan menaklukkan berbagai kondisi di luar dirinya berujung pada kerusakan. Reformasi teologi yang mengarah pada ecotheology dapat juga diinspirasi dari pemikiran kritis untuk mendorong idealita tetap bertahan.

Dominasi manusia kepada alam jelas akan menjadikan relasi tidak adil bagi banyak hal. Upaya transformasi sosial hendaknya digunakan sebesar-besarnya untuk keselamatan lingkungan. Karena ini adalah capaian besar yang layak diperjuangkan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: