Ibu dan 2 Anak Monyet Hitam Endemik Sulawesi Ditemukan dalam Perangkap Warga

oleh -161 kali dilihat
Ibu dan 2 Anak Monyet Hitam Endemik Sulawesi Ditemukan dalam Perangkap Warga
Ibu dan 2 Anak Monyet Hitam Endemik Sulawesi Ditemukan dalam Perangkap Warga - Foto: Ist

Klikhijau.com – Monyet wolai atau Yaki atau Monyet hitam sulawesi yang memiliki nama latin (Macaca nigra) merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya terdapat Pulau Sulawesi, dan pulau sekitarnya, khususnya bagian utara.

Menariknya, Yaki merupakan jenis monyet macaca terbesar yang terdapat di Pulau Sulawesi. Memiliki ciri yang khas dengan rambut berbentuk jambul di atas kepalanya. Monyet ini juga memiliki warna hitam di seluruh tubuhnya serta pantat berwarna merah muda.

Di daerah Bolaang Mongondow (Bolmong) Raya, Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) Yaki sendiri saat ini terbilang sudah jarang untuk dijumpai.

Selain makin luasnya areal pemukiman dan perkebunan warga, masifnya pembalakan liar yang terjadi, khususnya di areal kawasan hutan yang merupakan tempat tinggal dan berkembang biak satwa langka tersebut.

Selain itu Yaki dijadikan sebagai musuh atau dianggap hama bagi sebagian masyarakat yang bertani.

KLIK INI:  Lawan Covid-19, Amerika Cabut Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Yaki dalam perangkap warga

Yang paling parah adalah Yaki sering dijadikan binatang buruan, baik dengan senjata maupun dengan cara di jerat menggunakan perangkap dan itu sudah berlansung cukup lama.

Seperti yang didapati oleh Tim Patroli KPH Unit 2 Wilayah Bolsel – Boltim belum lama ini, Perkebunan Nunuk, Lokasi Areal Penggunaan Lain (APL) di Desa Nunuk Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) berdekatan dengan kawasan HPT Mobungayon.

Ibu dan 2 Anak Monyet Hitam Endemik yang ditemukan di Sulut -
Ibu dan 2 Anak Monyet Hitam Endemik yang ditemukan di Sulut – Foto: Ist

Tim Patroli mendapati satu ekor induk Yaki tengah memeluk kedua anaknya yang berada dalam kurungan, atau perangkap warga.

Meski belum diketahui modus dan pelakunya, namun kuat dugaan Yaki tersebut ditangkap oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab, yang bakal dibawa untuk perdagangkan.

Hal itu diyakinkan dengan adanya informasi dan data yang selama ini diperoleh oleh KPH Unit 2 Wilayah Bolsel – Boltim.

Walhasil Ketiga Satwa Endemik tersebut berhasil diselamatkan dengan melepas liarkan kembali ke habitatnya.

Kepada Klikhijau, Kepala Seksi PKSDAE Rahmat Korompot S.Hut mengatakan kalau Patroli itu akan rutin dilakukan untuk memonitor demi mencegah aktivitas perusakan hutan maupun perburuan Satwa Endemik.

“Untuk Tahun 2023 ini yang pertama kali ditemukanya Yaki dalam perangkap dan dilepaskan kembali ke habitatnya, namun pihak kami akan tetap menyelidiki dan mencari tahu para oknum yang dengan sengaja memburu binatang yang dilindungi tersebut,” ujarnya.

Selain itu Rahmat juga menghimbau kepada masyarakat khususnya sekitar kawasan untuk lebih arif dan tidak mengorbankan Yaki dengan alasan apapun.

“Mari kita sama2 menjaga satwa yang saat ini sudah hampir punah, dan tetap melestarikan hutan,”harapnya.

Untuk diketahui Satwa ini dilindungi berdasarkan UU RI No.5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah RI No.7 Tahun 1999. Namun miris Populasi yaki saat ini sudah terancam punah dikarenakan hilangnya habitat akibat penebangan pohon dan perburuan untuk perdagangan hewan hidup.

KLIK INI:  Hidupku Bahagia Tanpa Ibamu, Suatu Alasan Waras untuk Tak Memberi Makan Monyet di Karaenta