Hutan Bukan Tempat Sampah, Kolaborasi Bersih Sampah di TN Babul

Klikhijau.com - Tepat hari Jumat (9/6/2023), orang-orang peduli lingkungan berkumpul di kawasan wisata Pattunuang. Berkumpul untuk menyemarakkan kegiatan kampanye dan aksi bersih sampah di Taman Nasio...

Hutan Bukan Tempat Sampah, Kolaborasi Bersih Sampah di TN Babul
Bacakan Artikel

Tak jarang mereka harus memapahnya dengan kayu balok. Memampah berdua agar mudah terangkat. Memapahnya beberapa puluh meter kemudian kembali beristirahat. Perlahan namun pasti. Mengangkut 30-50 kg sampah, berdua. Tak jarang pundak mereka memerah menahan berat beban sampah yang mereka angkut. Mengeluarkannya sekitar satu kilometer jauhnya.

Sampah-sampah tersebut adalah sisa para wisatawan yang berkemah. Sampah tersebut mereka tumpuk di area api unggun yang telah ditata pengelola.

Dosen pendamping yang menyertai mahasiswa ini berkomitmen untuk menjaga kebersihan area berkemah Bislab.

โ€œKami akan mengeluarkan sampah-sampah yang menumpuk di area ini. Sampah-sampah ini cukup menggangu saat berkemah. Jika dibakar juga akan menimbulkan polusi dan sepertinya juga sulit terbakar karena sudah bercampur dengan tanah. Jadi solusi memang harus diangkut keluar,โ€ jelas Dr. Asrianny, Dosen Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin.

Bagaimana dengan sampah di Karaenta? Aksi bersih sampah di tempat ini tak kalah serunya. Pesertanya lebih banyak. Lebih dari 150 orang bergerak bersama-sama. Berkelompok sepanjang jalan poros yang membelah hutan taman nasional ini. Memunguti sampah plastik yang berserakan di tepi jalan. Sampahnya bukan hanya berupa botol plastik atau pembungkus roti. Lebih dari itu, sampah yang dijumpai berupa karung-karung sampah yang seperti sengaja dibuang di tengah hutan.

Para pembuang sampah ini menganggap bahwa hutan tak berpenghuni sehingga bebas membuang sampah. Padahal di hutan ini, juga hidup makhluk ciptaan Sang Khalik lainnya. Monyet, adalah salah satu yang merasakan dampaknya. Sisa buangan makanan pengendara yang melintas menambah rasa penasaran mereka. Sehingga datang untuk mengaisnya, berharap ada makanan di sana. Saat terjadi interaksi inilah, monyet dapat terserang sakit. Lingkungannya tidak bersih.

[irp]

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: