Hujan Buatan Akan Disiapkan Hadapi Kemarau Panjang

Klikhijau.com - Puncak musim kemarau diprediksi masih berlangsung hingga September. Menghadapi hal ini, upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus ditingkatkan, di antaranya dengan...

Hujan Buatan Akan Disiapkan Hadapi Kemarau Panjang
Bacakan Artikel

Dalam laporannya, Komandan Satuan Tugas Pengendalian Karhutla (Dansatgas Dalkarhutla) Provinsi Kalbar, yang diwakili oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 121/ABW selaku Wakil Dansatgas Dalkarhutla Provinsi Kalbar, Kol. Inf. Achmad Solihin, menyampaikan tahun ini terjadi penurunan hotspot (titik panas) di Provinsi Kalbar.

Perketat Penanggulangan Karhutla

"Kondisi hotspot di Kalbar selama 1 Januari-20 Agustus 2019 sejumlah 6.724. Jumlah ini menurun dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018, yaitu 9.991. Kami mencatat rata-rata hotspot tiap harinya muncul 28 titik, " jelasnya.

[irp posts="7057" name="Kenapa Saat Kemarau Dingin Saat Malam, Panas Saat Siang? Ini Jawabannya!"]

Achmad juga melaporkan, berkat kerja keras Satgas Dalkarhutla, operasionalisasi sejumlah bandara di Provinsi Kalbar masih berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan terima kasih, karena dengan adanya peninjauan ini, memberikan semangat khususnya bagi segenap jajaran Pemerintah Daerah Provinsi Kalbar dalam pengendalian karhutla di Provinsi Kalbar.

"Kebakaran hutan dan lahan ini harus kita akhiri agar tidak berulang setiap tahunnya. Kami telah dan akan terus melakukan berbagai upaya, diantaranya dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur yang memperketat penanggulangan karhutla yang terjadi pada lahan konsesi," tuturnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: