Hujan Abu Batubara Mengguyur Suralaya, PLTU Dituding Sumber Pencemarnya

Klikhijau.com - Warga Suralaya terutama di wilayah Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Cilegon dihujani abu batubara tebal dari PLTU Suralaya pada Senin (22/2/2021), sekira pukul 10.00 WIB. P...

Hujan Abu Batubara Mengguyur Suralaya, PLTU Dituding Sumber Pencemarnya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Warga Suralaya terutama di wilayah Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Cilegon dihujani abu batubara tebal dari PLTU Suralaya pada Senin (22/2/2021), sekira pukul 10.00 WIB.

Peristiwa ini terjadi sekira 30 menit. Merespons kejadian ini, sejumlah pihak mendesak agar pemerintah menindak tegas dan mengambil langkah hukum terhadap perusahaan pencemar.

Seperti dilaporkan warga dan diberitakan oleh media, warga Suralaya mengeluhkan persoalan abu PLTU yang justru semakin bertambah. Hujan abu telah lama menjadi masalah harian

warga. Alih-alih dapat terselesaikan awal pekan ini, volume abu yang menimpa pemukiman warga lebih banyak daripada biasanya. Hujan abu yang cukup parah ini terjadi karena cerobong PLTU milik PT Indonesia Power rusak.

Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Suralaya (Formapel) geram terhadap kelalaian industri yang membahayakan warga sekitar. Mereka mendesak industri di wilayahnya agar berhentimembebani masyarakat dengan kualitas udara yang buruk.

“Kami masyarakat terdampak tidak mau mendengar dalih atas masalah serius ini karena kesalahan teknis atau alasan klise lain yang terus menerus disampaikan tapi tidak ada perubahan,” ujar Edi Suriana, Forum Masyarakat Peduli Lingkungan.

Suriana juga meminta pihak PLTU untuk segera menyikapi masalah ini secara serius. “Fly ash membuat lingkungan dan tempat tinggal kami tercemari dan kesehatan kami kian terancam, terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini,” katanya.

Persoalan hujan debu yang mengguyur warga Kelurahan Suralaya, Cilegon, Banten harus ditanggapi secara serius oleh pemerintah, sebab debu yang keluar dari cerobong PLTU merupakan limbah berbahaya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cilegon, sejak bulan Januari hingga Oktober 2020, kasus ISPA di wilayah ini cukup banyak terjadi dengan jumlah kasus 22.927 kasus ISPA. Artinya, kualitas udara berdampak secara serius bagi kesehatan masyarakat.

[caption id="attachment_19707" align="alignnone" width="480"]hujan abu batabara di Suralaya Hujan abu batabara di Suralaya - Foto/Mad Haer[/caption]

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2