Hujan Abu Batubara Mengguyur Suralaya, PLTU Dituding Sumber Pencemarnya

Klikhijau.com - Warga Suralaya terutama di wilayah Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Cilegon dihujani abu batubara tebal dari PLTU Suralaya pada Senin (22/2/2021), sekira pukul 10.00 WIB. P...

Hujan Abu Batubara Mengguyur Suralaya, PLTU Dituding Sumber Pencemarnya
Bacakan Artikel

“Kejadian ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Bukan hanya kali ini saja, tiap harinya masyarakat harus menghirup udara yang bercampur batubara. Bagaimana perhatian pemerintah Provinsi Banten serta Kota Cilegon terhadap masyarakat? Pemerintah justru akan menambah dua unit lagi PLTU di Suralaya yakni PLTU Jawa 9 & 10. Ini jelas akan memperburuk kehidupan dan penghidupan warga ke depannya,” kata Mad Haer dari Pena Masyarakat Banten.

Permasalahan yang terjadi di Suralaya semakin menggambarkan dengan jelas lemahnya perlindungan terhadap masyarakat atas keberadaan operasi PLTU dan pengawasan yang dilakukan oleh stakeholder terkait, baik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan) ataupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK (Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan).

Apabila pemerintah terus memaksakan proyek pembangunan PLTU, kasus seperti ini akan menjadi terus berulang bahkan dengan intensitas yang lebih sering. Apalagi saat ini pemerintah juga melonggarkan regulasi terkait limbah FABA (Fly Ash Bottom Ash) dengan mengeluarkannya dari kategori limbah B3. Padahal limbah ini merupakan limbah berbahaya yang harus dikelola sebagaimana mestinya.

Jika pemerintah memang berkomitmen melindungi warga, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) harus mengambil langkah serius dengan menyelidiki kasus ini serta memastikan adanya sanksi tegas terhadap PT Indonesia Power selaku operator terkait.

“Apa yang dialami warga Suralaya kemarin adalah fakta atas ketidakmampuan dan kegagalan negara memberikan perlindungan lingkungan hidup dari dampak PLTU, dan ini banyak terjadi di wilayah lainnya. Pemerintah harus segera beralih ke sumber energi bersih dan segera menghentikan pembangunan PLTU baru karena akan memperparah beban lingkungan hidup (pencemaran) terhadap warga maupun wilayah kelola rakyat,” kata Tubagus Soleh Ahmadi dari Walhi Jakarta.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2