Historiografi Kopi Topidi, Berkah dari Pegunungan Berkabut yang Layak Diseruput

Klikhijau.com - Dua bulan lalu, tepatnya 7 Februari 2021. Daeng Halim mengungkapkan suka cita atas pembangunan akses jalan menuju Topidi. Dia membagi rasa itu lewat dinding facebook-nya. Dia tak lupa...

Historiografi Kopi Topidi, Berkah dari Pegunungan Berkabut yang Layak Diseruput
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Dua bulan lalu, tepatnya 7 Februari 2021. Daeng Halim mengungkapkan suka cita atas pembangunan akses jalan menuju Topidi. Dia membagi rasa itu lewat dinding facebook-nya. Dia tak lupa menandai saya dalam akunnya, Halim.

Dengan menandai saya, Daeng Halim seolah ingin mengatakan, "Ayo ke Topidi!". Meski pun beliau sudah paham, saya sudah pernah ke Topidi, bahkan sudah beberapa kali berkunjung ke sana. Namun kiriman foto dan video kali ini menjadi sesuatu istimewa, terlihat jalan telah mengaspal.

Sebetulnya, sebelum awal Ramadan saya telah mengatur waktu untuk mendatangi Topidi di akhir pekan. Namun kondisi cuaca waktu itu, membuat perjalanan urung saya lakukan. Sebagai wujud kerinduan akan kabut dan alam Topidi, saya mewakili perasaan saya dengan membagi ingatan cerita dan cita rasa kopi topidi.

Semua dimulai malam itu, di Naurah Camp. Daeng Halim bercerita panjang tentang keberadaan kopi yang ada di topidi. Bersama Daeng Anggi, ikut menghiasi obrolan dan melengkapi asal muasal nama Topidi. Masih membekas dengan sedikit bercanda, Daeng Anggi, menyebut arti topidi, Tolong Pikirkan Dia.

Suara dingin, Tolong Pikirkan Dia, sudah pernah saya ulas di sini. Selanjutnya, saya membagi istilah kopi yang cukup familiar, single origin. Sambil melucuti fakta historis dan citra entitas kopi Topidi. Apa yang menjadi keunikan atau kekhasannya? Hingga berujung pada pertanyaan, mengapa saya harus mencoba dan seruput kopi topidi?

Deretan pertanyaan di atas akan membuka sejumlah celah dan rasa penasaran, terutama bagi para penikmat kopi.

[irp]

Single origin, gelombang ketiga bagi penikmat kopi

Jika kita mengunjungi kedai kopi, beberapa jenis kopi ditampilkan dalam barisan rak. Dari sana akan tampak wadah biji kopi yang diberi nama menurut asal daerah kopi.ย  Di antaranya Gayo (Aceh),ย  Sidikalang (Medan), Kintamani ( Bali), Toraja, dan Wamena.

Penamaan kopi ini, erat kaitannya dengan apa yang disebut 'single origin'. Secara umum, single origin adalah kopi yang berasal dari suatu wilayah atau daerah tertentu yang lebih spesifik. Pengetahuanย  ini akan memudahkan bagi para penikmat kopi untuk mengetahui informasi asal kopi yang diminumnya.

Single origin menjadi satu istilah dan belakangan ini cukup akrab di telinga.

Di era third wave ini, ia menemukan gelombang rasa ingin tahu. Para penikmat kopi saat ini, tak sekadar menikmati dan menilai kopi tersebutย  nikmat atau tidak. Ia juga meresapkan keingintahuan tentang daerah dan proses penanaman hingga pascapanen.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: