Hari Bumi Sedunia 2021, Kolaborasi Pulihkan Bumi

Klikhijau.com – Hari bumi sedunia diperingati setiap 22 April menjadi momen penting untuk mengintrospeksi diri atas bumi kita. "Restore Our Eart” atau “Pulihkan Bumi” adalah tema besar yang diusung...

Hari Bumi Sedunia 2021, Kolaborasi Pulihkan Bumi
Bacakan Artikel

Hari bumi dan kesadaran nurani

Semua kerusakan di bumi, terjadi akibat ulah manusia. Sangat mungkin karena paradigma pembangunan kita yang sepenuhnya bersandar pada mashab developmentaslime. Bumi terjarah dan kehilangan kemampuannya untuk menampung hasrat manusia yang tanpa batas.

Maka sekali lagi tema hari bumi sedunia “Restore Our Earth” juga berarti suatu panggilan jiwa pada kita semua. Tanpa memandang profesi, usia bahkan disiplin keilmuan—mari bersama-sama memulihkan bumi.

Panggilan jiwa dan semangat kolaborasi ini pula yang menggelora pada 51 tahun lalu ketika deklarasi hari bumi pertama dideklarasikan pada 1970. Suatu momen penting dimana kesadaran intelektual secara kolektif terpantik atas kegalauan menyaksikan bumi yang diliputi aneka duka lara.

Sejarah mencatat betapa hari bumi yang sejatinya muncul di awal tahun 1960-an di Amerika Serikat adalah respons kritis atas massifnya pencemaran lingkungan.

[caption id="attachment_14235" align="alignnone" width="640"]Hari bumi sedunia Ilustrasi-Foto/livegreen2go[/caption]

Kekhawatiran akan kerusakan akibat pencemaran dan industrialisasi yang pesat di masa itu sempat diabadikan oleh Rachel Carson dalam bukunya berjudul "Silent Spring (1962)" yang berkisah mengenai bahaya pestisida di pedesaan Amerika.

Lalu, beberapa tahun setelahnya sebuah tragedi besar terjadi yakni kebakaran besar di Sungai Cuyahoga, Cleveland akibat pembuangan limbah kimia ke sungai. Inilah tragedi krusial yang memantik kesadaran kolektif untuk melindungi sumber daya alam.

Sejak itu pula, yakni di tahun 1969, bermunculan aktivis peduli lingkungan yang fokus menyoroti isu pencemaran lingkungan berskala besar, seperti polusi udara oleh pabrik dan pembuangan limbah yang belum diatur secara ketat.

Jadi, semangat Hari Bumi amat jelas secara historis, untuk membangkitkan kembali perhatian kita pada masalah lingkungan yang berdampak pada kualitas lingkungan.

Pandemi Covid-19 sejatinya menginspirasi kita untuk kembali memandang bumi sebagai ruang yang perlu dijaga dengan cinta. Para ilmuan mengaitkan pandemi dengan kerusakan keanekaragaman hayati dan bila tidak segera kita akhiri eksploitasi berlebihan, wabah lain dengan skala lebih besar boleh jadi menanti kita.

Ayo kita memulai melakukan sesuatu untuk bumi. Dimulai dari diri sendiri, keluarga dan komunitas kita. Dari hal-hal kecil yang dapat berdampak luas pada bumi.

Mari berkolaborasi! Bila perlu, kita rayakan hari bumi setiap hari dan setiap detiknya agar segala tindak tanduk kita memastikan tak merusak tatanan bumi!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2