Kakek Renta Bertahan Hidup dari Arum Manis Rambut Nenek

Klikhijau.com - Arum manis; jajanan tempoe doeloe ini nampaknya tengah mengalami penurunan popularitas. Betapa tidak, jajanan tradisional ini harus menghadapi gempuran industri jajanan yang laris mani...

Kakek Renta Bertahan Hidup dari Arum Manis Rambut Nenek
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Arum manis; jajanan tempoe doeloe ini nampaknya tengah mengalami penurunan popularitas. Betapa tidak, jajanan tradisional ini harus menghadapi gempuran industri jajanan yang laris manis di toko-toko besar dan warung-warung.

Belum lagi persaingan antara sesama penjual arum manis yang begitu keras layaknya rivalitas klub sepakbola. Memperebutkan konsumen yang jumlahnya tak seberapa jika dibandingkan pasar jajanan industri kemasan.

Kota Parepare menjadi saksi dari kerasnya perjuangan para penjual jajanan ini yang kini hanya menyisakan beberapa penjual saja. Hemat saya, dulu nyaris di depan setiap gedung sekolah dasar, dapat ditemui sekurang-kurangnya satu penjual arum manis.

Lantaran ditengarai rasa penasaran, beberapa waktu lalu saya berkeliling kota mencari keberadaan penjual jajanan ini. Terang saja, saya hanya menemukan seorang diantara mereka. Seorang renta yang masih kuat berjualan menggandeng toples stainless berisikan arum manis.

Namanya Amin Dollah, penjual arum manis yang dulu sering mangkal di depan sekolahku ketika waktu pulang sekolah. Wajahnya masih dapat saya ingat samar-samar, meski usianya yang kian menua menciptakan keriput di wajahnya. Pak Amin menjadi satu dari sekian banyak penjual arum manis yang masih bertahan berjualan berjalan kaki berkeliling Kota Parepare.

Lelaki tua ini telah menetap di Kota Parepare sejak usia mudanya, merantau dari kampung halamannya di Bima, Nusa Tenggara Barat. Kehidupan mudanya dilalui dengan bekerja serabutan untuk menafkahi keluarga kecilnya.

[irp]

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: