Gigi Sebagai Episentrum Kehidupan

Klikhijau.com - "Gigi adalah episentrum kehidupan manusia" kata Profesor Hamdan Juhanis (Rektor UIN Alauddin Makassar) dalam sebuah diskusi. Ini adalah kosakata yang teramat menggelitik bagi saya G...

Gigi Sebagai Episentrum Kehidupan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - "Gigi adalah episentrum kehidupan manusia" kata Profesor Hamdan Juhanis (Rektor UIN Alauddin Makassar) dalam sebuah diskusi. Ini adalah kosakata yang teramat menggelitik bagi saya

Gigi mengajarkan banyak hal. Setiap orang akan kehilangan kepercayaan diri dan merasa penampilan terganggu ketika dalam kondisi ompong.

Tak berhenti sampai di situ, sakit gigi dapat merebut senyum dan kebahagiaan. Orang yang penampilan wajahnya merasa terganggu biasanya terkait dengan kondisi ompong tadi, bukan hal yang lain.

Banyak orang merasa bahwa hidung pesek dan tidak mancung akan jelek kelihatan. Tapi faktanya tidak demikian, seorang yang tidak mancung dapat saja memiliki sisi ketertarikan sendiri sebagaimana jika seseorang memiliki hidung mancung dan wajah yang sedemikian menarik namun tidak memiliki gigi geligi. Percuma cantik kan jika tidak bergigi?

Gigi sebagai episentrum

Jika gigi sehat dipastikan kehidupan sosial anda akan harmonis. Jika anda sakit gigi tentu akan merasa mudah marah, terganggu pekerjaannya dan dengan demikian akan menurunkan kinerja di kantor atau apapun pekerjaan yang digeluti.

Seseorang yang memiliki kelainan bau mulut tentu akan mengganggu jika berinteraksi dengan orang lain, entah itu di kantor, di kampus, di sekolah, di mobil ataupun di tempat-tempat ibadah.

Kehilangan gigi tentu akan mengubah struktur anatomi. Perubahan anatomi dalam rongga mulut dipastikan mengakibatkan perubahan fisiologis. Kehilangan beberapa gigi saja dipastikan seseorang mengunyah makanan tidak akan optimal lagi. Terjadi perubahan suara ketika berbicara, dan penampilan menjadi terganggu.

Untuk mengembalikan fungsi-fungsi rongga mulut secara optimal, hal yang mesti dilakukan adalah mengembalikan struktur anatomi yang hilang tadi, dengan cara apa? Yaitu dengan perawatan rehabilitatif seperti pembuatan gigi tiruan.

Penting untuk diketahui, gigi tiruan ciptaan manusia sejatinya tidak akan pernah bisa menyerupai gigi yang asli. Fungsi-fungsi gigi tiruan tentu tidak bisa mengembalikan sensasi taktil jaringan periodontal atau jaringan ikat yang di dalamnya terdapat sensasi saraf dan kerja pembuluh darah. Gigi tiruan memiliki keterbatasan fisiologis ketika digunakan oleh seseorang.

Itulah sebabnya mempertahankan kondisi gigi dan mulut agar tetap utuh dan sehat jauh lebih bermanfaat dibanding menganggap hal tersebut biasa saja atau bahkan kurang penting. Kesehatan tubuh kita perlu dijaga sebagai suatu kesatuan yang terintegrasi.

Kesehatan gigi dan eksistensi diri

Gigi dan mulut dianggap  sebagai struktur anatomi fisiologi manusia yang paling dekat dengan seluruh aktifitas manusia sekaligus sebagai gambaran umum Personal Hygiene seseorang.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2