Fashion Daur Ulang yang Hemat Energi Akan Jadi Tren Futuristik

Klikhijau.com – Perkembangan dunia fashion saat ini sedang menggeliat di tengah kebutuhan dan tuntutan model yang dinamis. Sayangnya, dalam produksinya, industri mode kadangkala mengesampingkan dampak...

Fashion Daur Ulang yang Hemat Energi Akan Jadi Tren Futuristik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Perkembangan dunia fashion saat ini sedang menggeliat di tengah kebutuhan dan tuntutan model yang dinamis. Sayangnya, dalam produksinya, industri mode kadangkala mengesampingkan dampak lingkungan yang dihasilkan seperti limbah cair, sampah hingga efek gas rumah kaca.

Melansir Greeners, tidak semua industri tekstil mempertimbangka aspek keberlanjutan (sustainability) dalam setiap proses produksinya. Hal ini tentu berbahaya karena ada risiko lingkungan yang ditimbulkan.

Karenanya, inovasi untuk membangun industri tekstil yang ramah lingkungan sepertinya akan jadi tren masa depan seiring bertumbuhnya kesadaran masyarakat pada pentingnya memakai produk-produk yang lebih ramah lingkungan.

Di negara maju seperti Amerika Serikat, beberapa produsen sudah memproduksi pakaian secara sustainable. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Recover Brand sejak sepuluh tahun lalu.

[irp]

Brand ini bahkan mengklaim telah menggunakan bahan 100 persen daur ulang. Seluruh proses pembuatan mulai dari desain, produksi, sampai pengemasannya memanfaatkan energi daur ulang sebagai upaya  meminimalisir dampak lingkungan.

Bill Johnston pendiri Recover Brand, mengatakan ide tersebut berawal dari obsesinya dengan alam bebas dan produk berkelanjutan.

Tahun 2008, krisis ekonomi menghantam dan melenyapkan peluang kerja bagi banyak orang di seluruh Amerika Serikat. Saat itu Bill terinspirasi untuk menciptakan produk sustainable, tetapi masih terbatas sebagai sekadar ide.

Produk fashion daur ulang yang nyaman

Akhirnya pada 2009 ia bertemu dengan John Riddle, veteran tekstil California. Ia menjelaskan kepada Bill bahwa ada cara lebih baik dalam membuat pakaian, salah satunya menggunakan sisa pembuatan tekstil dan botol daur ulang yang dapat menghemat sumber daya baru.

[irp]

Menurut Bill, melansir dari causeartist.com, banyak asumsi bahwa apa pun yang terbuat dari bahan daur ulang akan menyebabkan penyakit gatal, alergi hingga keadaan tidak nyaman. Namun, Recover membuktikan sebaliknya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2