Energi Penyelamat Bumi itu Bernama Mangrove, Teruslah Menjaganya!

Klikhijau.com โ€“ Mangrove dan ekosistem di dalamnya punya peran strategis lebih dari sekadar penahan abrasi, tetapi juga dapat berdampak pada penyelamatan bumi dari krisis iklim. Belum lama ini, Vox...

Energi Penyelamat Bumi itu Bernama Mangrove, Teruslah Menjaganya!
Bacakan Artikel

[irp]

Karbon di laut ini disebutย blue carbonย atau karbon biru, karbon yang terserap di atmosfer oleh ekosistem laut, penyerap 93% panas matahari.

Daniel Murdiyarso, pakar karbon dari Center for International Forestry Research (CIFOR) dan IPB University, dalam โ€œExecutive Brief: State of The Art Blue Carbon di Indonesiaโ€ pada 5 Mei 2021, menyebut bahwa potensi karbon bakau bernilai ekonomi tinggi.

Bahkan di era perdagangan karbon global, tambah Daniel, nilai ekonomi karbon bakau dapat mencapay US$ 90.000 per hektare. Lihat lebih pembahasan mengenai ekosistem mangrove DI SINI!

Nilai ini tak hanya dari karbon saja, tapi juga dari dimensi lainnya yakni ekowisata, pencegah abrasi, dan industri potensi perikanan. Itu artinya, jika Indonesia dapat melestarikan kawasan bakaunya yang seluas 3,2 juta hektare, potensi ekonominya dapat mencapai Rp 4.000 triliun.

Haruni Krisnawati, dari Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi KLHK mengatakan bahwa laju pertumbuhan mangrove yang tinggi (3,6 ยฑ 1,1 miligram karbon per hektare per tahun membuat ia menjadi ekosistem terkuat dalam menyimpan karbon.

Emisi yang terserap oleh daun, batang, dan ranting mangrove akan gugur dan terkubur dalam perairan sehingga karbon tak segera menguap ke atas atmosfer. Singkatnya, mangrove mampu menahan emisi sehingga memproteksi atmosfer agar tidak kotor. Nah, inilah yang membuat bakau dinamai sang penyemat bumi.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: