Dunia Baru di Hari Buruh 2020

Klikhijau.com - Pandemi virus Covid 19 adalah buah dari bekerjanya sistem ekonomi yang mengedepankan eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam, tenaga kerja, dan seluruh modal lainnya. Tidak...

Dunia Baru di Hari Buruh 2020
Bacakan Artikel

[irp]

Barangkali karena uang komitmen kepada pengusaha, buah kongkalikong birokrasi dan mafia anggaran yang merancang anggaran sebelum krisis corona. Sehingga sangat sulit anggaran dialokasikan ulang untuk dana sosial.

Uang yang benar benar jatuh ke tangan warga negara tetap lebih sedikit dibandingkan kepada mereka birokrasi dan pengusaha. Meski judulnya telah berubah menjadi program untuk petani, buruh, nelayan, korban PHK dan bahkan kesehatan dalam rangka penanggulangan Covid-19.

Bahkan, kebijakan keselamatan warga harus sering berdamai jika tidak mau disebut mengalah dengan keselamatan korporasi. Tidak heran, kita menyaksikan tontonan berbagai kebijakan yang orang kampung sebut sebagai kebijakan "pagi dele sore tempe". Berubah ubah hilang tujuan utamanya.

Membangunkan kesadaran publik

Apakah anda berpikir sama dengan saya, akankah tatanan semacam ini layak dilanjutkan?

Kawan-kawan semua, kesadaran publik perlu dibangunkan setelah sebulan lebih melakukan langkah gotong royong warga. Kesadaran mestilah melangkah maju untuk gotong royong ide dan praktik untuk mewujudkan cara bermasyarakat dan berekonomi yang baru.

[irp]

Saya membayangkan, para petani yang telah bersolidaritas pangan sebulan ini sedikit banyak menemukan rantai baru kemana dan kepada siapa seharusnya pangan-pangan sehat mereka berakhir di meja makan. Itulah jalan baru yang terlihat.

Selain itu, masyarakat yang tengah dan telah melakukan donasi pangan di berbagai wilayah, juga tersadar bahwa uang-uang yang dikumpulkan dari sesama warga tidak elok rasanya dibelanjakan kepada gudang-gudang beras raksasa, perusahaan obat raksasa.

Gerakan membeli langsung ke petani, membeli langsung ke UMKM atau pedagang kecil adalah keharusan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: