Di Tangan Mahasiswa Arab Saudi, Sampah Laut Merah Jadi Karya Seni

Klikhijau.com – Daur ulang sampah masih dianggap cara efektif menguranginya.  Universitas Effat, Arab Saudi pun melakukannya. Mereak menggaungkan kampanye daur ulang sampah. Sampah menjadi permasal...

Di Tangan Mahasiswa Arab Saudi, Sampah Laut Merah Jadi Karya Seni
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Daur ulang sampah masih dianggap cara efektif menguranginya.  Universitas Effat, Arab Saudi pun melakukannya. Mereak menggaungkan kampanye daur ulang sampah.

Sampah menjadi permasalahan yang rumit dan terus membukit. Ia bisa ada di mana-mana sehingga sangat mudah ditemukan yang membuat pandangan terasa terganggu. Tak hanya pandangan terganggu, tapi juga kesehatan.

Maka salah satu langkah yang perlu diambil adalah mendaur ulangnya—menjadikannya barang baru yang memiliki nilai seni dan ekonomi.

Sesungguhnya dampak dari daur ulang bukan hanya pengurangan sampah. Lebih dari itu, yakni bisa mengubah sudut pandang orang dalam melihat sampah.

Jika selama ini sampah menjadi barang menjijikkan. Maka setelah didaur ulang dan berubah bentuk jadi cantik. Orang akan mengaguminya, bahkan berniat membeli untuk jadi koleksi atau pajangan di rumah.

Daur ulang, menjadi penting pula untuk menggali potensi kreatifitas seseorang dalam melihat persoalan sampah. Ia bisa mengubahnya menjadi memiliki nilai ekonomi atau nilai seni yang tinggi.

Tidak sedikit tangan-tangan kreatif mampu melahirkan karya seni yang indah dari barang bekas.  Semisal yang   yang dilakukan sejumlah mahasiswi sekaligus karyawan Universitas Effat, Arab Saudi.

Mereka membuat suatu terobosan, yakni  mendaur ulang sampah  Laut Merah.  Hasilnya, dari tangan kreatif para mahasiswa itu, lahirlah  model estetika dan karya seni yang memukau,   yang turut mewarnai corniche sentral di Jeddah.

Sampah di laut semaki meresahkan

Sampah di lautan harus diakui bersama memang meresahkan dan menumpuk. Banyak orang menganggap jika sampahnya telah sampai ke laut persoalan pun usai. Namun, sebenarnya tidak demikian. Justru akan menjadi masalah baru yang lebih rumit.

Dan untuk mengurai masalah itu, salah satu yang dibutuhkan adalah tangan-tangan kreatif  seperti para mahasiswa Universitas Effat, Arab Saudi.

Para mahasiswa yang tergabung dalam proyek ini merupakan bagian dari pesan kesadaran universitas bertajuk "Laut Merah adalah kekayaan, mari kita lestarikan".

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2