Dekomposisi dan Fermentasi, Cara Ramah Kembalikan Unsur Hara Tanah

Klikhijau.com โ€“ Unsur hara tanah sangat penting bagi tanaman. Sementara tanaman berperan penting dalam kehidupan manusia. Tanaman mampu menghasilkan makanannya sendiri. Tanaman menyerap unsur hara...

Dekomposisi dan Fermentasi, Cara Ramah Kembalikan Unsur Hara Tanah
Bacakan Artikel

Saat ini ketersedian unsur hara di dalam tanah semakin memprihatinkan. ย Hal itu disebabkan pola tanam monokultur dan pemberian pupuk kimia. Pola tersebut merusak struktur, tekstur, kimia dan biologis tanah. Tanah akan mengeras. Porositas tanah rendah. Kemampuan akar dalam menyerap air dan hara potensial juga rendah. Tanaman akan kerdil, menguning, layu, dan mati.

Dekomposisi dan fermentasi

Hal yang perlu dilakukan untuk mengembalikan unsur hara tanah adalah dengan memberikan bahan organik berupa pupuk padat. Hal itu mampu mengembalikkan sifat fisik tanah. Tekstur tanah berubah menjadi remah. Warna tanah menjadi lebih gelap. Ini mengindikasikan tanah yang subur. Unsur hara esensial tersedia.

Hal ini juga diyakini sebagai tempat untuk menyimpan ion. Sumber energi dan nutrsi bagi mikrobia dan makrobia. Fungsi dari mikrobia ini adalah merubah senyawa yang bersifat racun bagi tanaman. Melaluiย  proses nitrifikasi. Karena untuk menghasilkan senyawa nitrogen (N) perlu proses yang panjang. Senyawa ini tidak tersedia di alam dalam bentuk senyawa tunggal.ย  Di udara berbentuk N2 dan dari tumbuhan berbentuk amoniak Nh4 + ( Suradi TLF, 2019).

Ada 2 cara untuk mendapatkan pupuk dari bahan organik yang dapat diaplikasikan ke lahan pertanian. Dengan cara melakukan dekomposisi dan fermentasi.

Dekomposisi merupakan proses penguraian atau pembusukkan bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme secara aerob (memerlukan udara). Proses ini menghasilkan Pupuk Organik Padat (POP). Salah satu contohnya adalah pupuk kompos (Arif TLF, 2018).

[irp]

Syarat pembuatan kompos adalah bahan-bahan mudah terurai, ada dekomposer (pengurai) dan terdapat nutrisi dari bahan yang akan dibuat, agar ada hijauan untuk mendapatkan unsur nitrogen. Bahan-bahan untuk membuat kompos bisa dengan batang pisang untuk mendapat unsur fosfat, sekam, cocopit atau serbuk kayu untuk mendapatkan unsur kalium.

Selain itu, juga dapat dengan kotoran hewan (kohe) untuk mendapatkan semua unsur makro dan mikro esensial. Serta kapur dolomit untuk menekan tingkat keasaman kompos. Sedangkan bahan pengurainya bisa menggunakan tricoderma.

Cara yang harus ditempuh, yaitu bahan-bahan dipisahkan sesuai jenisnya. Kemudian di tumpuk seperti piramuda. Jangan lupa untuk menyiram bahan pengurainya di setiap tumpukan. Untuk mendapatkan kompos yang baik butuh waktu setidaknya 6 bulan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: