Catatan Kritis Walhi: Menelisik Keberpihakan Cagub Sulsel Terhadap Perlindungan Lingkungan Hidup

Klikhijau.com - Gelombang krisis iklim yang menggulung, lanskap Sulawesi Selatan seperti terhimpit dalam deru badai ekologi yang tak kunjung reda. Dari dataran rendah yang dipenuhi polusi, pegunung...

Catatan Kritis Walhi: Menelisik Keberpihakan Cagub Sulsel Terhadap Perlindungan Lingkungan Hidup
Bacakan Artikel

Investasi Berwawasan Lingkungan: Cermin Komitmen atau Ekonomi Semu?

Meski pasangan calon nomor 02 menjanjikan investasi yang berwawasan lingkungan, WALHI mempertanyakan kejelasan komitmen mereka dalam hal ini.

Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa meski ada peningkatan investasi, dampaknya terhadap lingkungan belum terlihat.

Misalnya, proyek reklamasi Pulau Lae-Lae yang dikembangkan di bawah pemerintahan Andi Sudirman justru memicu konflik sosial dan mengancam keberlanjutan ekosistem laut, mengabaikan aspek-aspek sosial dan lingkungan yang krusial.

Infrastruktur dan Ketahanan Bencana: Risiko atau Perlindungan?

Misi untuk memperkuat layanan transportasi dan infrastruktur dalam konteks ketahanan bencana tampak ambisius namun memerlukan pendekatan yang lebih menyeluruh.

WALHI menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus mencakup daerah rentan bencana, tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan atau pariwisata. Selain itu, pendekatan yang adil dan menyeluruh dalam ketahanan bencana penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Sulawesi Selatan.

Program Penghijauan: Solusi Permukaan?

Pasangan calon 02 juga berkomitmen untuk melanjutkan program penghijauan di wilayah kritis seperti pesisir dan lereng gunung. WALHI memandang langkah ini hanya sebagai solusi permukaan, tanpa menangani akar masalah seperti deforestasi, alih fungsi lahan, dan abrasi pesisir yang sering kali terjadi akibat kebijakan yang mengutamakan kepentingan bisnis di atas lingkungan.

WALHI menekankan bahwa jika pemerintah tidak serius dalam mengawasi perusahaan yang diberi izin, penghijauan ini tidak lebih dari langkah sementara yang tidak menyelesaikan akar persoalan lingkungan.

Mitigasi dan Adaptasi Bencana: Kurangnya Perencanaan untuk Krisis Iklim

Meski pasangan calon 02 mencantumkan mitigasi bencana dalam program mereka, WALHI mengkritik kurangnya perhatian terhadap krisis iklim yang nyata di Sulawesi Selatan.

[irp]

Pengembangan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Pangkep yang diusung sebagai solusi sampah, menurut WALHI, justru menciptakan polutan berbahaya bagi kesehatan. Solusi semu seperti ini, kata WALHI dalam catatannya , hanya memperparah masalah iklim tanpa menawarkan langkah nyata untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Menyoal Komitmen Nyata Paslon 02 dalam Perlindungan Lingkungan

Keseluruhan misi pasangan nomor urut 02 untuk lingkungan masih perlu dirincikan secara konkret, terutama terkait ekonomi hijau dan biru serta bagaimana kebijakan investasi yang berwawasan lingkungan akan diterapkan.

WALHI Sulsel menilai bahwa komitmen terhadap lingkungan tidak hanya memerlukan janji politik, tetapi juga kebijakan yang terukur dan dampaknya langsung bagi masyarakat lokal.

Pilih Halaman: