Catatan Kritis Walhi: Menelisik Keberpihakan Cagub Sulsel Terhadap Perlindungan Lingkungan Hidup

Klikhijau.com - Gelombang krisis iklim yang menggulung, lanskap Sulawesi Selatan seperti terhimpit dalam deru badai ekologi yang tak kunjung reda. Dari dataran rendah yang dipenuhi polusi, pegunung...

Catatan Kritis Walhi: Menelisik Keberpihakan Cagub Sulsel Terhadap Perlindungan Lingkungan Hidup
Bacakan Artikel

Narasi biru dan hijau yang mereka sampaikan perlu diperkuat dengan rencana konkret untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada ekosistem Sulsel.

Secara keseluruhan, Walhi Sulawesi Selatan menilai dokumen visi-misi pasangan Danny Pomanto - Azhar Arsyad lebih banyak berisi retorika daripada strategi konkret untuk perlindungan lingkungan hidup.

Kehadiran misi dan program yang mengandung kata-kata "resilient" dan "Sombereโ€™" tidak disertai dengan rencana tindakan yang spesifik, sementara jejak rekam Danny Pomanto di Kota Makassar justru menunjukkan kebijakan yang kurang berpihak pada lingkungan.

Untuk memastikan komitmen lingkungan dalam kampanye mereka, pasangan calon ini diharapkan menyampaikan strategi yang lebih mendalam, transparan, dan bisa diterapkan secara langsung.

[irp]

Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi

Pasangan calon nomor urut 02 hadir dengan 59 misi dan program. Dari seluruh misi yang diajukan, WALHI Sulsel menyoroti bahwa hanya 35% di antaranya yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan isu lingkungan.

WALHI mengungkapkan bahwa visi pasangan ini kurang detail dalam mengimplementasikan kebijakan lingkungan, khususnya terkait ekonomi hijau dan ekonomi biru, dua konsep yang mendukung pembangunan berkelanjutan.ย 

Hilirisasi Pertanian: Visi Tanpa Rencana Konkret

Pasangan nomor 02 mengedepankan "Melanjutkan Hilirisasi Pertanian" sebagai program untuk mencapai swasembada pangan berbasis ekonomi hijau.

Namun, WALHI mengkritik program ini sebagai misi yang โ€œterlalu mengawang-ngawang.โ€ Tidak ada kejelasan mengenai bagaimana hilirisasi ini akan dilakukan, jenis pertanian apa yang akan dikembangkan, serta bagaimana model ekonomi hijau ini dapat berdampak pada kesejahteraan petani.

Pengembangan teknologi pertanian yang dicanangkan lebih berfokus pada produksi, sementara pengembangan produk turunan yang dapat menguntungkan petani lokal tampaknya terabaikan.

Ekonomi Biru yang Hanya Tersisa Nama

Pasangan calon 02 juga mencantumkan ekonomi biru dalam visi mereka dengan fokus pada kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

Namun, WALHI menilai bahwa visi ini kurang menunjukkan pemahaman terhadap konsep ekonomi biru yang komprehensif. Tidak ada indikasi program nyata untuk melindungi sumber daya laut atau mencegah degradasi lingkungan pesisir.

WALHI menggarisbawahi bahwa di daerah lain, kebijakan ekonomi biru justru menimbulkan konflik, seperti ekspansi โ€œshrimp estateโ€ yang merusak mangrove serta pembangunan kawasan wisata yang merampas ruang hidup masyarakat pesisir.

Pengembangan Daerah 3T: Mengatasi Ketertinggalan atau Mengabaikan?

Misi pasangan nomor 02 untuk mengembangkan ekonomi di daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Termiskin) juga dinilai belum memiliki arah yang jelas. WALHI mengungkapkan kekhawatiran terkait rekam jejak Andi Sudirman di wilayah pedesaan, terutama di daerah seperti Seko-Rampi dan pesisir Sulawesi Selatan, yang tidak menunjukkan peningkatan kesejahteraan warga lokal.

Proyek hilirisasi nikel di Luwu Timur dan Bantaeng, misalnya, tidak berdampak positif bagi masyarakat setempat. WALHI menilai pendekatan ini lebih menguntungkan investor besar daripada memperbaiki taraf hidup masyarakat desa yang bergantung pada alam.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: