Cara Para Pelaku Usaha Toko Curah Perkenalkan Belanja Tanpa Kemasan

Klikhijau.com - Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan talk show yang bertajuk “Gaya Hidup Baru, Belanja Tanp...

Cara Para Pelaku Usaha Toko Curah Perkenalkan Belanja Tanpa Kemasan
Bacakan Artikel

Kunci untuk mengatasi hal tersebut adalah komunikasi yang baik kepada masyarakat, karena akan memberikan dampak yang baik. Terutama dalam meluasnya kesadaran akan konsep dari bulkstore itu sendiri dan kepada kegiatan berbelanja tanpa menggunakan plastik sekali pakai.

“Dalam beberapa bulan, banyak dari konsumen yang sudah mengerti dan membawa wadah belanjanya sendiri,” ujarnya.

“Kedepannya saya berharap bagi yang ingin memulai bisnis bulkstore di wilayahnya masing-masing, terus kedepankan nilai-nilai berkelanjutan, low-waste, reusable, recyclable dan juga identifikasi apa yang unik dari wilayahnya supaya dapat berbeda dari yang sudah ada sebelumnya,” tambah Putri.

Laksamana Sakti, atau yang akrab disapa Alif, head of operation dari Siklus Refill, mengatakan bahwa berdasarkan proyek pilot toko isi ulang dari Siklus Refill membuktikan bahwa masyarakat sudah sangat siap.

“Dari pilot proyek ini, masyarakat bisa mengurangi sampah plastik. Hal ini menjadi penyemangat bagi Siklus Refill untuk berinovasi agar masyarakat dapat menggunakan metode belanja isi ulang ini,” ujar Alif.

Saat ini Siklus Refill memiliki 20 outlet di Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, Depok dan Bekasi.

Mewakili perusahaan fast moving consumer goods (FMCG), Nurdiana Darus yang merupakan Director of corporate affairs & sustainability Unilever, memaparkan bahwa Unilever berkomitmen serius untuk mendukung bisnis ini dan terutama untuk mengurangi penggunaan plastik baru sebanyak 100.000 ton secara global pada 2025.

“Keberadaan refill station akan sangat membantu kami untuk berkontribusi terhadap komitmen pengurangan plastik baru ini hingga 2025”, ujarnya.

Kedepannya, kolaborasi dari berbagai pihak seperti bulkstore, refill station, pemerintah dan perusahaan FMCG lainnya, diharapkan akan mendorong circular economy.

“Tentu dari kami terus berdiskusi dengan bulkstore dan refill station untuk kolaborasi yang lebih luas. Karena untuk mendapatkan hasil yang signifikan tidak mungkin didapat hanya dengan kolaborasi dengan 1 pihak saja,” tambah Nurdiana.

Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah, KLHK, melihat adanya semangat pengurangan plastik sekali pakai melalui usaha bulkstore dan komitmen dari para produsen dan pelaku usaha toko curah ini perlu terus didorong agar tetap konsisten dan selalu didukung oleh Pemerintah.

“Bisnis bulkstore bukan hanya demand gaya hidup semata, tetapi juga didukung oleh kebijakan pemerintah dalam upaya mengurangi sampah. Saya juga ingin memotivasi teman-teman untuk terus konsisten dengan ide dan bisnisnya sehingga kita akan sampai pada tujuan pengelolaan sampah dan pembangunan kultur di Indonesia,” pungkas Novrizal Tahar.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2