Cara Bijak Mengurangi Sampah Makanan di Rumah

Klikhijau.com – Sampah makanan yang melimpah dari rumah merupakan kebiasaan buruk yang harus bisa diatasi. Selain boros, sampah makanan akan menjadi masalah serius bagi lingkungan. Bayangkan saja b...

Cara Bijak Mengurangi Sampah Makanan di Rumah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Sampah makanan yang melimpah dari rumah merupakan kebiasaan buruk yang harus bisa diatasi. Selain boros, sampah makanan akan menjadi masalah serius bagi lingkungan.

Bayangkan saja bila semua sampah makanan berujung di TPA atau terbuang sembarangan, sementara tidak sedikit orang di luar sana yang kesulitan karena kekurangan pangan.

Sejumlah data menunjukkan, Indonesia adalah negara dengan beban sampah makanan terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi. Setiap orang Indonesia menghasilkan sampah makanan hingga 300 kilogram per orang. Itu tandanya, ada masalah serius dengan pola konsumsi dan perilaku kita dalam mengatur akses pangan.

Badan Pangan PBB (FAO), pada tahun 2016 mencatat, sampah makanan di Indonesia mencapai 13 juta ton setiap tahunnya. Sampah makanan ini kebanyakan dari ritel, katering, dan restoran.

Bahkan data tahun 2014, sebanyak 1,3 milyar ton makanan terbuang setiap tahunnya di dunia, dan Indonesia menyumbang 21 juta ton sebagaimana dikutip dari akun Facebook Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO Indonesia) World Food Day Indonesia.

Parahnya lagi, sebanyak 13 juta ton sampah makanan per tahun di Indonesia tersebut jika dikelola dengan baik bisa menghidupi lebih dari 28 juta orang. Data BPS 2015 menunjukkan sampah makanan yang terbuang di Indonesia sebetulnya menyamai jumlah penduduk miskin atau sekitar 11% dari populasi Indonesia.

Nah, data dan fakta ini sudah cukup membuat kita prihatin bukan? Lalu, bagaimana cara mengantisipasi atau mengurangi sampah makanan di rumah? Berikut tips mengurangi sampah makanan yang kami rangkum dan dapat diterapkan dari rumah masing-masing. Simak penjelasannya!

#Buat perencanaan kebutuhan makanan

Menurut Eva Bachtiar (Founder Garda Pangan), penyebab kelebihan pangan orang Indonesia diantaranya karena tidak adanya perencanaan kebutuhan makanan. Perencanaan kebutuhan makan (meal preparation) diperlukan agar setiap orang dan rumah tangga dapat mengakses pangan sesuai kebutuhan.

Orang Indonesia kerap dihantui apa yang disebut Eva dengan “lapar mata”. Orang Indonesia senang membeli apa saja yang dilihatnya tanpa menyadari bahwa tidak semua yang dibeli itu dapat dihabiskan seketika. Seringkali, makanan-makanan yang dibeli lantaran godaan kelezatan, diskon, atau karena godaan iklan membuat kita lupa diri.

Perencanaan kebutuhan makanan mengedukasi setiap rumah tangga melakukan pola konsumsi lebih cerdas dengan mengutamakan kualitas dan prioritas kebutuhan. Juga mempertimbangkan kapasitas konsumsi. Diet sehat juga tentu baik dalam hal ini agar kebutuhan makanan lebih terencana.

#Mempekuat pemahaman atau literasi makanan

Banyak diantara kita lebih tergiur pada makanan karena kelezatan, makanannya sedang viral atau karena keinginan selalu ingin mencoba. Tidak salah juga, bila dapat mengatur porsi makanan sehingga tidak ada yang berakhir sebagai sampah. Namun, bila tak mengontrol keinginan, kebiasaan ini tentu tidaklah baik dan sebaiknya dipikirkan ulang.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2