Cara Bijak Mengurangi Sampah Makanan di Rumah

Klikhijau.com – Sampah makanan yang melimpah dari rumah merupakan kebiasaan buruk yang harus bisa diatasi. Selain boros, sampah makanan akan menjadi masalah serius bagi lingkungan. Bayangkan saja b...

Cara Bijak Mengurangi Sampah Makanan di Rumah
Bacakan Artikel

Di sinilah pentingnya literasi makanan yakni pengetahuan dan wawasan yang luas tentang makanan, manfaatnya bagi kesehatan tubuh dan nutrisi yang di kandungnya.

Literasi makanan akan menuntun kita sebagai pribadi yang mengkonsumsi makanan secara bijak. Seperti sebuah pernyataan: “jangan makan suatu makanan yang Anda tidak paham apa manfaatnya bagi tubuh”.

Pada akhirnya, kualitas dan kebutuhan keterpenuhan nutrisi adalah pertimbangan utama pada pilihan makanan, ketimbang melayani hasrat berlebihan yang seringkali muncul. Literasi makanan juga penting untuk memahami porsi makanan kita sebenarnya agar tidak menimbulkan sisa makanan.

#Mengatur letak makanan di kulkas

Penataan makanan di dalam kulkas ternyata sangat penting. Selain untuk mendukung program perencanaan kebutuhan makan, cara ini juga meminimalkan potensi kerusakan bahan makanan.

Menurut Eva Bachtiar, sebaiknya jangan campur buah dan sayuran dalam kulkas. Kata Eva, beberapa buah dapat mengeluarkan zat etilen yang dapat mempercepat kematangan sayur di sekitarnya.

#Biasakan menghabiskan makanan

Seperti kata tetua, setiap makan sesuatu haruslah dihabiskan. Kebiasaan menghabiskan makanan harus menjadi budaya pada anak-anak. Kebiasaan baik ini juga akan mendidik anak sejak dini untuk menghargai pangan dan betapa rumitnya setiap makanan itu tercipta.

Kebiasaan menghabiskan makanan juga mengajarkan kita untuk selalu menimbang porsi makanan dan menghindari “lapar mata’. Ambil secukupnya saja dan pastikan makanan yang diambil tersebut tidak disisakan.

#Manfaatkan sisa makanan

Poin pentingnya adalah bagaimana memerangi kebiasaan menghasilkan sisa makanan berlebihan akibat pola konsumsi yang tinggi. Nah, bila semua langkah di atas sudah dijalankan, apakah sisa makanan di rumah sepenuhnya bisa zero? Tidak! Pasti masih ada sisa makanan, namun itu memang masuk kategori sampah yang wajar seperti tulang ikan, kulit buah dan sayuran dan lainnya.

Untuk sisa makanan jenis ini saja sudah sangat besar jumlahnya. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) misalnya menunjukkan jenis sampah rumah tangga paling dominan yakni lebih dari 50 persen.

Faktanya, volume sampah rumah tangga sebanyak itu akan berakhir di TPA. Padahal, sampah rumah tangga bisa diolah agar menjadi kompos dan menghasilkan pupuk organik.

Atau diolah menjadi eco enzyme khusus untuk kulit buah, sayur dan lainnya yang juga dapat digunakan kembali sebagai pupuk organik bahkan sebagai pembersih.

Sayangnya, pemanfaatan kembali sampah rumah tangga belum massif diterapkan. Tidak sedikit rumah tangga yang bahkan belum memahami hal ini dan telanjur mengira bahwa sampah rumah tangga harus dibuang bebas.

Itulah tips mengurangi sampah makanan di rumah, semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2