Berbincang Santai Perihal Pengertian dan Sejarah Ekowisata

Klikhijau.com – Ekowisata, istilah itu makin sering terdengar di telinga kita. Namun, banyak di antara kita masih berselimut kabut, apa itu ekowisata. Konsep wisata ini memiliki dua nama yang serin...

Berbincang Santai Perihal Pengertian dan Sejarah Ekowisata
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Kegiatan ini sudah lama, pernah sangat  marak pada awal 1900. Ini dimulai saat Kenya baru merdeka. Pemerintah negara ini melihat peluang tersebut dan mengambilnya dengah cara membuka  pintu bisnis dari kegiatan safari ini.

Potensi Kenya yang dilimpahi sumber daya flora dan fauna kemudian menjual aktivitas  safari kepada para pemburu yang ingin merasakan sensasi padang safana dan mamalia Afrika yang liar dan eksotis.

Namun, lambat laun  Pemerintah Kenya menyadari bahwa aktivitas tersebut bisa mengganggu  keseimbangan ekosistem karena ada ancaman   kepunahan spesies flora atau fauna.

Karena itulah, konsep safari berubah  dengan menerapkan konsep berkelanjutan atau ekowisata dalam kegiatan safari itu.

Gagasan  ekowisata baru gencar dibincangkan pada tahun 1970an.  Gagasan ini dianggap menawarkan konsep menarik sebagai alternatif  wisata tradisional.

Perkembangan ekowisata dari tahun ke tahun semakin menarik perhatian.  Maka beberapa peneliti, pencinta lingkungan, ahli-ahli dibidang pariwisata selama masa 1980-an. Bukan hanya itu beberapa badan dunia negara mulai mencoba merumuskan dan mulai menjalankan kegiatan ini dengan caranya masing-masing sesuai kebutuhannya.

Pada saat tahun 1987, muncullah satu tokoh yang merumuskan seperti apa ekowisata sebenarnya. Dia adalah Hector Ceballos-Lascurain

Menurutnya ekowisata adalah perjalanan ketempat-tempat yang masih alami dan relatif belum terganggu atau tercemari dengan tujuan untuk mempelajari, mengagumi dan menikmati pemandangan, flora dan fauna, serta bentuk-bentuk manifestasi budaya masyarakat yang ada, baik dari masa lampau maupun masa kini.

Pada tahun 1990 awal, oleh The International Ecotourism Society (TIES)  menyempurnakan rumusan ini menjadi  Ekowisata adalah kegiatan wisata alam yang bertanggung jawab dengan menjaga keaslian dan kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat”

Bagaimana dengan Indonesia

Embusan angin ekowisata mulai   pertengahan 1980-an. Ide itu masuk ke tanah air dibawa oleh  orang atau biro wisata asing.

Mountain Travel Sobek “menjual” beberapa objek wisata terkenal di antaranya pendakian pendakian danau vulkanik tertinggi kedua di dunia - Danau Gunung Tujuh dan kunjungan ke danau vulkanik terbesar didunia - Danau Toba, dan pendakian gunung api aktif tertinggi di garis khatulistiwa - Gunung Kerinci (3884 m).

Tidak hanya pendakian, namun biro-biro wisata asing ini juga  menwarkan kunjungan dan hidup bersama suku-suku terasing di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Papua.

Melihat potensi ekowisata yang menggiurkan pemerintah Indonesia pun membuatkan aturan dalam  Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 33 Tahun 2009.

Lalu apa yang membedakan antara wisata biasa dengan ekowisata. Jika dilihat sepintas,  khususnya dari segi objek kegiatan ekowisata sebenarnya hampir sama dengan kegiatan wisata alam biasa. Yang membedakan adalah kandungan nilai yang tawarkan, ekowisata  memiliki nilai-nilai moral dan tanggung jawab yang tinggi terhadap objek wisata yang dikunjungi.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2