Mirip Tokoh Harry Potter, Hewan Asli Indonesia Ini ke Luar Negeri

oleh -419 kali dilihat
Hewan Asal Indonesia yang Mirip Tokoh Harry Potter Jadi Penghuni Kebun London
Babi rusa/foto - ZSL
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Sepasang hewan asal Indonesia belum lama ini ‘keluar’ negeri. Mereka menuju London untuk menjadi bagian dari penghuni di kebun binatang London. Hewan tersebut dalah babi rusa yang merupakan hewan endemik Indonesia.

Babi rusa biasa dijuluki sebagai babi terjelek di dunia. Babi jenis ini tidak berbulu. Ia merupakan marga hewan dari beberapa jenis babi liar.

Babi rusa hanya  terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru, dan pulau-pulau Maluku lainnya. Habitatnya banyak ditemukan di hutan hujan tropis.

Postur tubuhnya terbilang besar dengan panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 sentimeter. Tinggi babirusa berkisar pada 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90 kilogram.

KLIK INI:  Pohon Kina, Penyembuh Malaria yang Sedang Viral, Apakah Juga Corona?

Sepasang  sepasang babi rusa yang ‘beruntung’ itu adalah Budi dan Beth. Sebelum disaksikan oleh para pengunjung kebun binatang. Budi dan Beth  akan menghabiskan beberapa minggu di dalam kandang.

Hewan yang  gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan ini. Banyak  dihubungkan dengan makhluk pada buku Harry Potter karangan JK Rowling.

Hanna Joy, salah satu petugas kebun binatang mengatakan, perangai Budi mirip seperti tokoh dalam Harry Potter, yaitu Professor Lupin, yang bisa berubah menjadi serigala pada malam hari, dan Beth mirip dengan jin Dobby

“Sama seperti karakter terkenal itu, mereka benar-benar telah memenangkan hati kami- cara mereka mengibas ekornya di saat senang, adalah sebuah kebahagiaan tersendiri untuk dilihat.

Program pengembangbiakan internasional

Budi dan Beth  memiliki kulit abu-abu keriput dengan moncong panjang yang basah. Keduanya telah bergabung di kebun binatang sebagai bagian dari program pengembangbiakan internasional untuk spesies tersebut.

Upaya itu dilakukan untuk melestarikan hewan yang  hanya berburu makanan pada malam hari ini. Mereka berburu di malam hari untuk menghindari beberapa binatang buas yang sering menyerang.

KLIK INI:  Makna Julukan Hewan Pada Klub Sepakbola Semifinalis Piala Menpora

Babi rusa termasuk kelompok hewan yang rentan di alam liar karena mulai kehilangan habitat dan diburu untuk dijual. Hal ini menyebabkanya terancam punah.

“Kami bertekad untuk mengajak pengunjung untuk berbagi cinta kami kepada babi yang bentuknya unik, yang terkenal sebagai yang paling jelek di dunia,” kata Joy.

Dilansir dai Wikipedia, babi rusa sebenarnya adalah hewan pencinta sepi. Mereka memiliki sifat penyendiri, meski umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya. Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas jika diganggu.

Dalam satu kali melahirkan, babi rusa betina melahirkan satu sampai dua ekor.  Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari.

Bayi babi rusa itu akan disusui selama satu bulan, setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Selama setahun babirusa betina hanya melahirkan satu kali. Usia dewasa seekor babi rusa lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan hingga usia 24 tahun.

KLIK INI:  Bikin Terenyuh, Begini Curahan Hati Perempuan Ini Saat Keluarganya Berstatus PDP

Babi rusa yang jadi penghuni kebun binatang London masih terbilang muda. Beth baru saja berusia dua tahun, sementara Budi berusia satu tahun.

“Mereka mungkin bukan hewan asli Indonesia yang paling fotogenik, tapi babi rusa sangat memiliki peran penting dalam ekologi hutan – mengaduk-aduk tanah dan menyebarkan benih saat mereka mencari makan,” kata Joy.

Sejak tahun 1996 hewan ini telah masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh IUCN dan CITES. Karena itulah, Joy berpendapat, mereka adalah hewan yang luar biasa yang butuh perlindungan dari kita semua.

Oya, babi rusa  jantan memiliki taring yang mencuat ke atas, sedangkan taring pada betina kecil atau tereduksi.

KLIK INI:  Ekosistem Mangrove, Ciri, Fungsi, serta Organisme yang Mendiaminya