Benarkah Kesepian Bisa Sebabkan Kematian Dini?

oleh -129 kali dilihat
Ilustrasi kesepian/foto-IDNtimes
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Christopher Knight menghabiskan waktunya seorang diri selama 27 tahun. Ia tinggal di dalam hutan, menjauh dari kehidupan modern yang hiruk pikuk. Ia mencintai kesepian.

Ketika banyak orang takut pada kesepian, Knight menyelami dan menikmatinya. Ia hidup tanpa gawai dan televisi. Dan tentu tanpa seorang kawan, bahkan ia tak pernah berbicara dengan manusia selama 27 tahun itu.

Ia mengaku lebih damai hidup sendiri. Memang tak bisa dipungkiri orang-orang yang memiliki kedekatan dengan orang lain bisa mempengaruhi kondisi mental dan emosi.

Namun, ada hal yang mencengangkan perihal kesepian. Times Now News memuat, jika kesepian yang datang akibat dari sering merasa sendiri dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi serta gangguan kesehatan mental lainnya.

KLIK INI:  Ruang Hijau Penting bagi Kesehatan Mental

Sebuah sebuah penelitian terbaru menemukan kesepian ternyata bisa memengaruhi kesehatan fisik, salah satunya dengan meningkatkan resiko penyakit jantung dan kematian dini.

Adalah jurnal Heart yang mempublikasikan studi tersebut, yang mencatat bahwa kesepian di antara pasien jantung terkait dengan peningkatan risiko kematian dalam tahun pertama setelah dipulangkan dari rumah sakit.

Pengaruhi parameter ketidakaktifan fisik.

Dalam dua penelitian yang diterbitkan oleh Julianne Holt-Lunstad, seorang profesor di bidang psikologi dan ilmu saraf di Brigham Young University, telah menemukan bahwa efek keseluruhan dari kesepian dapat bertindak sebagai faktor resiko kematian dini.

Penelitian tersebut mengungkapkan skor rendah pada indikator sosial dari studi mengandung risiko yang sama dengan merokok 15 batang sehari.

KLIK INI:  Studi: Kantong Infus Dapat Melepaskan Mikroplastik ke Aliran Darah Manusia

Kemudian, studi kedua menyimpulkan bahwa kesepian dapat menyebabkan peningkatan risiko kematian dini hingga 30 persen. Bahkan, ini lebih berpotensi dibandingkan kematian dini yang disebabkan oleh obesitas, polusi udara, dan aktivitas fisik.

Kesepian juga ditemukan dapat mempengaruhi parameter ketidakaktifan fisik. Dalam sebuah laporan, dikatakan bahwa bermain video game bersama pasangan, terutama bagi orang dewasa dan usia yang lebih tua bisa mengurangi perasaan kesepian.

Hal itu telah dikaitkan dengan suasana hati yang positif. Sementara itu, aktivitas fisik telah diyakini mengurangi berbagai risiko kesehatan, mulai dari obesitas, diabetes, dan masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan.

Meski kesepian memiliki risiko yang tinggi, tapi bagi Knight merasai kesendirian dan kesepian adalah berkah. Ia hanya berkeinginan menghabiskan hidupnya di tempat kecil di hutan seorang diri.

Bagaimana dengan kamu?

KLIK INI:  Bagaimana Mengatasi Gangguan Kesehatan Mental sebagai Efek Perubahan Iklim?